Kamis, 11 Jun 2026 22:22 WIB

Polisi Buru 2 Pelaku Mutilasi Mayat Dalam Koper

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

jatimnow.com - Penyelidikan kasus pembunuhan Budi Hartanto (28), seorang penari yang dimutilasi dan jasadnya dimasukkan di dalam tas koper hitam, polisi menemukan bukti bahwa telepon selular korban berada di wilayah Kediri.

"Yang jelas kami menggunakan IT ya. Kita melihat bahwa handphone korban ini di suatu tempat di jam 4.00 Wib dini hari di suatu tempat di wilayah Kediri on terakhir," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Sabtu (6/4/2019).

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Dari informasi yang ada di dalam handphone milik korban, polisi melakukan pengejaran terhadap dua orang yang menjadi teman dekat Budi Hartanto. Namun, Barung tidak menyebutkan siapa kedua orang tersebut lantaran untuk kepentingan penyidikan.

"Sehingga kita mengejar dua orang sekarang. Saya tidak bisa sebutkan nanti lari dong. Korban sangat mengenal karena berhubungan juga dengan lingkungannya. Komunitas istilahnya. Adanya indikasi ya, bukan kesimpulan. Indikasi masalah privat atau masalah asmara yang bersangkutan," ujarnya.

Adanya dugaan motif asmara antara sejenis ini dikatakan Barung bukan sebagai informasi yang mengada-ada, melainkan berdasarkan fakta-fakta yang ada jika korban terkadang bertindak sebagai pria atau wanita.

"Mohon maaf kita bukan menyampaikan informasi yang tidak sebenarnya, tetapi fakta-fakta yang memang pada sesuatu ada apa diri korban yang bertindak kadang sebagai pria kadang sebagai wanita. Inilah yang menjadi latar belakang indikasi, bukan kesimpulan indikasi masalah privat atau masalah asmara yang bersangkutan," jelasnya.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Barung juga menyebut jika saat melakukan pembunuhan ini adanya dugaan jika tidak dilakukan oleh seorang diri, melainkan lebih dari satu orang.

"Jadi kita mengindikasikan lagi ada lebih dari satu orang bukan tunggal. Kalau dia tunggal minimal ada yang membantu memperlancar," tutupnya.

Mayat korban sendiri ditemukan tanpa kepala di bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4) lalu. Korban sendiri telah dimakamkan tanpa kepala, Kamis (4/4) dini hari di tempat pemakaman umum setempat.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.