Kamis, 18 Jun 2026 21:44 WIB

Cerita Dibalik Sosok Tukang Ojek Korban Pembunuhan di Surabaya

Keluarga korban pembunuhan saat di RSU dr Soetomo Surabaya
Keluarga korban pembunuhan saat di RSU dr Soetomo Surabaya

jatimnow.com - Tukang ojek korban pembunuhan di Jalan Pragoto, Simokerto Surabaya diketahui memiliki masalah keluarga dengan istrinya. Hal ini diungkap kakak korban.

Kakak korban, Yanto (72) menyebut jika istri korban meminta untuk bercerai, namun Kariyadi menolak. Tapi, Yanto mengatakan jika hal itu tidak bisa menjadi jawaban untuk memutuskan akibat hilangnya nyawa adiknya.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

"Suami itu diajak cerai sama istri nggak mau. Tapi selebihnya itu yang bisa menjawab kan yang bersangkutan. Kejadian seperti ini kita tidak memfokuskan ke arah sana," ujar Yanto saat di temui di RSU dr Soetomo Surabaya, Selasa (2/4/2019).

Yanto beranggapan motif penyebab adiknya meninggal tersebut akan diketahui apabila sudah berhasil menangkap pelaku.

"Nggak tau itu dendam atau gimana kita masih belum mengetahui. Kalau sudah tertangkap dan bisa dikonfirmasi oleh kepolisian bagaimana yang terbaik. Kalau sudah ditangkap baru tahu kronologi kejadiannya," imbuhnya.

Pantauan di lokasi, hingga kini keluarga korban masih menunggu di kamar jenazah untuk proses identifikasi. Korban akan langsung dimakamkan di Medaeng jika proses identifikasi selesai dilaksanakan.

"Insyaallah, menunggu nanti sepulang dari rumah sakit langsung dimakamkan," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Ia pun berharap apabila memang benar adiknya tersebut adalah korban pembunuhan segera terungkap kasusnya dan tertangkap pelakunya.

"Harapan yang jelas kalau memang itu kasus pembunuhan inginnya pembunuhnya terungkap," tutupnya.

Korban pembunuhan itu bernama Kariyadi (45). Ia merupakan anak ke 7 dari 8 bersaudara yang tinggal di Jalan Letjen Sutoyo, Medaeng, Sidoarjo.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

"Tinggalnya ya di Jalan Letjen Sutoyo, dekatnya pintu masuk Terminal Bungurasih," kata Kakak Korban, Yanto kepada jatimnow.com, Selasa (2/4/2019).

Kakak korban, Yanto menceritakan bahwa keseharian Kariyadi memang berprofesi sebagai ojek online. Kariyadi juga memang mengojek setiap malam hari.

"Kesehariannya memang ngojek lama, cuman dia gaada motor. Terus beli motor sekitar 4 bulanan. Ngojeknya ya malam mesti," terangnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.