Sabtu, 20 Jun 2026 21:16 WIB

ACT Kawal Keluarga WNI Korban Penembakan Besuk ke Selandia Baru

Tim ACT bersama keluarga Zulfirmansyah saat tiba di Christchurch, Selandia Baru
Tim ACT bersama keluarga Zulfirmansyah saat tiba di Christchurch, Selandia Baru

jatimnow.com - Zulfirmansyah, salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penembakan di Selandia Baru masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Christchurch, negara setempat. Kondisi pria asal Padang, Sumatera Barat itu akhirnya bisa dilihat langsung kelaurganya. 

Keluarga Zulfirmansyah yang terdiri dari tiga kakak kandung dan satu kakak ipar itu bergegas ke Rumah Sakit Umum Christchurch setelah tiba di Bandar Udara Internasional Christchurch, Selandia Baru, Sabtu (23/3/2019) kemarin sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Baca Juga: Tokoh Masyarakat di Sampang Ditembak Orang Misterius

Bersama Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), keluarga Zulfirmansyah menempuh perjalanan sekitar 45 menit menuju rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, mereka pun melapor kepada pihak keamanan dan meminta izin untuk melakukan kunjungan pasien.

Yulierma, kakak kedua Zulfirmansyah mengaku tidak sabar ingin segera bertemu dengan Zulfirmansyah dan anaknya, Averro’es Omar Syah.

"Alhamdulillah, kami bersama tim dari ACT sudah tiba di Christchurch. Tidak sabar ingin lekas ketemu, ingin melihat dan memastikan kondisi mereka secara langsung. Semoga jalannya dimudahkan untuk masuk," kata Yulierma.

Baca juga:  ACT akan Salurkan Bantuan Keluarga Korban Penembakan di New Zealand

Meski sempat ada kesalahpahaman dengan pihak keamanan rumah sakit, akhirnya keluarga Zulfirmansyah mendapat izin untuk masuk ke dalam ruang perawatan.

Baca Juga: Keren! Peternakan Kambing ala Selandia Baru di Sidoarjo, Bersih Tak Bau Tahi

Tim ACT yang berada di sana, Shulhan Syamsur Rijal mengatakan, pihak kepolisian tidak mengizinkan penggunaan kamera dengan alasan privasi keluarga.

"Ketika keluarga sudah masuk, sempat ada suara tangis. Saya mendengar dari luar ruangan. Hanya keluarga yang diperbolehkan masuk," ungkap Rijal.

Pemberangkatan keluarga Zulfirmansyah ke Selandia Baru sendiri bukanlah urusan yang mudah. Rombongan yang terdiri dari Hendra Yaspita, Yulierma, Nurhamidah dan Alhamdani itu berangkat dari Padang ke Jakarta pada Kamis (21/3) pagi. Namun, tidak bisa langsung ke Selandia Baru karena penerbangan penuh.

Keluarga Zulfirmansyah beserta Tim ACT baru bisa melakukan perjalanan pada Jumat (22/3) malam dan tiba di Selandia Baru pada Sabtu (22/3) siang.

Baca Juga: Usut Aliran Dana ACT, BNPT Lakukan Kerjasama Internasional

Senior Vice President ACT, Imam Akbar mengatakan, sampainya keluarga dan langsung bertemu dengan Zulfirmansyah telah menimbulkan rasa lega.

"Kami bersyukur, keluarga akhirnya bisa bertemu dengan korban Zulfirmansyah. InsyaAllah keluarga telah merencanakan akan singgah satu minggu di sini (Christchurch). Sebab masing-masing dari mereka memiliki pekerjaan di Indonesia," terang Imam.

Tragedi penembakan di dua masjid yaitu Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di kota Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019) lalu itu menewaskan 49 orang. Puluhan jemaah masjid lainnya dilaporkan terluka, salah satunya Zulfirmansyah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.