Selasa, 23 Jun 2026 16:21 WIB

Siswa Ditelantarkan, Puluhan Wali Murid Datangi SMPN 2 Banyuwangi

Wali murid mendatangi sekolah SMP N 2 Banyuwangi
Wali murid mendatangi sekolah SMP N 2 Banyuwangi

jatimnow.com - Puluhan wali murid melurug dewan guru SMP N 2 Banyuwangi lantaran kerap menelantarkan siswa di sekolah, Sabtu (23/3/2019). Wali murid tersebut ditemui oleh Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan beberapa dewan guru.

Salah seorang wali murid, Lisa Indriani mengatakan di sekolah pasti ada jam kosong. Akibat tidak ada guru yang mengajar mengakibatkan banyak siswa terlantar dan berkeliaran di luar kelas.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Dalam seminggu setiap harinya ada jam yang kosong. Ada guru yang ngisi absensi tapi gak masuk kelas, akhirnya jam-jam kosong itu murid-murid di luar kelas," kata Lisa yang mengaku tinggal di Kelurahan Sobo, Banyuwangi.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi sejak awal tahun hingga bulan ini. Dan selama ini tidak ada langkah konkret dari pihak sekolah mengatasi kekosongan beberapa kelas tersebut.

"Alasannya SMPN 2 karena ada 6 orang guru secara bersamaan keluar, 3 pensiun, 3 diangkat jadi ASN. Jadi ada kekosongan beberapa pelajaran," beber Lisa.

Kepala Sekolah SMPN 2 Banyuwangi, Subiantoro menampik adanya kekosongan guru di beberapa kelas. Namun, mengakui jika di sekolah tersebut kekurangan jumlah guru.

"Saat kosong itu ada tugas dari guru tersebut. Dan guru tersebut melakukan tugas-tugas yang lain karena banyaknya kegiatan baik di dalam sekolah ataupun di luar sekolah," jelasnya.

Baca Juga: Calon Guru Berprestasi, Mahasiswi Unusa Juara Jujitsu Nasional

Di SMPN 2 ini, kata pria yang mengaku telah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) ini, jumlah tenaga pengajar sebanyak 42 guru dan 3 orang lainnya berstatus Guru Tidak Tetap (GTT).

"Dari jumlah guru tersebut dengan beban kerja ini kadang membuat kami kedodoran. Tenaganya memang sangat-sangat kurang," tegasnya.

Atas permasalahan ini pihak sekolah mengklaim telah melaporkan keadaan tersebut kepada Dinas Pendidikan Banyuwangi dan hingga kini belum ada tanggapan.

"Jadi kami sudah mengusulkan kekurangan guru, sudah melaporkan, dan lain sebagainya. Yang penting kan itu," sebut Subiantoro.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Dari data yang dihimpun, di SMPN 2 Banyuwangi terdapat 24 kelas. Rata-rata jumlah murid per kelas sebanyak 32 siswa atau sekitar 768 siswa.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.