Rabu, 17 Jun 2026 01:04 WIB

Fenomena Halocline di Selat Madura Terekam dari Jembatan Suramadu

Fenomena air laut berbeda warna di Selat Madura
Fenomena air laut berbeda warna di Selat Madura

jatimnow.com - Fenomena air laut berbeda warna dan nampak terpisah di perairan Selat Madura terekam, Rabu (20/3/2019). Video itu menjadi viral.

Video berdurasi 29 detik yang direkam dari jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) tersebut memperlihatkan air laut yang berbeda warna yang tidak meyatu.

Kasubdiv Humas Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Faisal Yasir Arifin mengatakan, fenomena tersebut biasa disebut Halocline dan sudah biasa terjadi.

"Itu fenomena biasa. Terjadi sejak hari Selasa kemarin. Seperti di Selat Gibraltar. yakni pertemuan air dari Laut Atlantik dan air dari Mediterania. Lama terjadinya bisa berhari-hari, bisa semalam saja. Tidak pasti. Tergantung arus lautnya," ujarnya.

Faisal menambahkan, fenomena ini terjadi karena pertemuan dua jenis massa air dari sisi timur dan barat Pulau Madura yang densitasnya berbeda antara suhu, kadar garam, dan kerapatan airnya. Sehingga tidak bisa menyatu.

Fenomena itu terjadi karena perbedaan densitas air laut yang ekstrem antara air laut di dekat garis pantai dengan air laut di daerah yang lebih dalam.

Faisal Yasir Arifin mengatakan, kejadian itu terjadi di Jembatan Suramadu sisi Surabaya, memang ada muara sungai yang mengarah langsung ke laut.

"Saat air laut surut, air dari muara sungai dipompa menuju ke laut. Pertemuan arus keduanya membentuk buih-buih batas," kata Faisal.

Menurut Faisal, fenomena ini terlihat lebih memanjang hingga ke Sampang, Madura.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Kemarin lebih panjang hingga ke sampang, atau sekitar 60 Km dari sini (Suramadu)," beber Faisal.

Fenomena serupa mirip dengan kejadian diselat Gibraltar. Adalah sebuah wilayah seberang laut Britania yang terletak di ujung selatan Semenanjung Iberia di pintu masuk Laut Mediterania. Kitab suci umat Islam juga menyinggung fenomena air laut berbeda warna ini.

Baca Juga: Sarjana Pertanian Pulang Kampung, Garap Budidaya Pisang di Tambelangan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.