Selasa, 23 Jun 2026 13:13 WIB

Peneliti Unair Paparkan Peta Politik Nasional di Malaysia

Suko Widodo yang hadiri undangan KRA Group
Suko Widodo yang hadiri undangan KRA Group

jatimnow.com - Kualitas peneliti dan pakar yang dimiliki oleh Universitas Airlangga (Unair) memang tidak diragukan lagi. Banyak gagasan dan pandangan para pakar yang menjadi rujukan kebijakan dan wawasan bagi masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

Suko Widodo, pakar Komunikasi Politik Unair berkesempatan memaparkan mengenai peta politik nasional di Malaysia, Selasa (19/3/2019). Diundang oleh KRA Group, pakar Unair yang akrab disapa Suko itu memberikan paparan peta politik nasional dihadapan 16 periset dan analis berbagai negara di Asia Tenggara.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Sulap Teh Hijau dan Maizena Jadi Plester Luka

Dalam paparannya, Suko memberikan penjelasan bahwa kontes politik di Indonesia, perilaku kaum milenial sangat memberikan warna dan pengaruh dalam menentukan ataupun memilih tokoh-tokoh politik untuk mewakili suaranya di parlemen.

"Dalam hal ini, milenial sangat menentukan pergulatan polotik dalam pemanfaatan informasi media sosial sebagai sumber informasi pertimbangan memilih tokoh yang akan menjadi wakil," beber Suko Widodo melalui keterangan tertulis pada jatimnow.com.

Suko juga menyampaikan mengenai prospek politik kaum milenial dimasa mendatang. Menurutnya, milenial dengan dorongan kemajuan teknologi yang terus berkembang akan memiliki power untuk menjadi penentu utama arah dan haluan politik nasional.

Suko yang juga berkesempatan menggali peta politik di Jawa Timur menilai bahwa undangan yang diterima dari KRA Group ini meperlihatkan bahwa provinsi ini menjadi perhatian besar bagi para pemimpin ASEAN.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Jawa Timur, dinilai merupakan salah satu wilayah yang sangat menentukan dan berpengaruh bagi perpolitikan Indonesia," ujar Suko Widodo yang juga menjabat Pusat Informasi dan Humas PIH Unair itu.

Sementara itu, Director of Strategy KRA Group Amir Fareed Abdul Rahim dalam kesempatan tersebut mengaku banyak mendapatkan informasi akurat dari pihak yang lajukan riset ilmiah.

"Ini bisa buat bahan kami. Bahan yang Orisinil. Riset Suko jadi panduan kami melihat prospek politik masa depan Indonesia. Tidak hanya itu, kami banyak belajar dari praktik politik di Indonesia yang demokratis. Ada kebebasan berpendapat juga disana," ungkapnya.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Selain itu, KRA Group juga akan bekerjasama terkait penelitian dan kajian media dengan Universitas Airlangga dan sejumlah lembaga di Indonesia.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.