Rabu, 17 Jun 2026 13:34 WIB

Alasan Keluarga Memindahkan Makam Kiai di Blitar yang Jasadnya Utuh

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 19 Mar 2019 16:42 WIB
Proses pengangkatan jasad Kiai Muhammad Anwar Sudibyo di Blitar
Proses pengangkatan jasad Kiai Muhammad Anwar Sudibyo di Blitar

jatimnow.com - Sebelum melakukan penggalian makam, keluarga almarhum Kiai Muhammad Anwar Sudibyo ternyata telah menyiapkan kain kafan dan peti baru setelah berkonsultasi dengan Kiai Zaelani, salah satu Ulama Nahdlatul Ulama di Blitar.

Namun setelah penggalian dan jasad Kiai Muhammad Anwar Sudibyo didapati masih utuh meski sudah terkubur sejak tahun 1988 silam, peti yang disiapkan akhirnya tak dipakai. Keluarga hanya memakai kain kafan baru untuk merangkap kafan lama.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Kain kafan lama itu juga masih utuh dan hanya kotor kena tanah saja. Kemudian kain kafan yang baru ditaruh diatas jasad abah, kemudian dimakamkan di area masjid," kata Putra Kyai Muhammad Anwar Sudibyo, Muhammad Munib (60), Selasa (19/03/2019).

Baca juga:  Jasad Kiai di Blitar ini Tetap Utuh Meski 31 Tahun Terkubur

Keluarga memutuskan memindahkan makam sang kiai dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun/Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar untuk dipindahkan ke area Masjid Baitur Rouf di dusun setempat disandingkan dengan makam sang istri, Siti Afijah.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Pemindahan makam ini dilakukan seratus hari pascameninggalnya Siti Afijah. Sebab semasa hidup, Siti Afijah pernah berpesan agar jasadnya dimakamkan di depan masjid itu.

"Kebetulan ibu dimakamkan di masjid dan usulan dari para santri karena bapak santrinya banyak, jadi kami konsultasi dulu. Setelah mendapatkan petunjuk dari Kiai Mas'ud Zamburi dan dari Kiai Zaelani, kami mencoba usul ke kepala desa, lalu disetujui," ungkap Munib.

Kiai Muhammad Anwar Sudibyo lahir pada tanggal 14 Agustus 1914. Ia kemudian wafat dan dimakamkan pada tanggal 21 September 1988 pada usia 74 tahun.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Pemindahan makam sang kiai dilakukan pada tanggal 15 Maret 2019 lalu atau 30 tahun 6 bulan pascajenazah sang kiai dikebumikan. Dengan dibantu anggota Banser Gandusari, pemindahan jenazah berlangsung selama dua jam tanpa hambatan.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.