Jumat, 19 Jun 2026 03:33 WIB

Penertiban PKL di Ponorogo Ricuh, Pedagang 'Kepung' Rumah Kasatpol

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 03 Apr 2018 22:50 WIB
Salah seorang pedagang yang mengamuk
Salah seorang pedagang yang mengamuk

 

jatimnow.com - Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Sultan Agung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Ponorogo berakhir ricuh. Salah seorang pedagang, Yoga, bahkan menggulingkan dagangannya saat akan ditertibkan Satpol PP, Selasa (3/4/2018) malam.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pantauan di lapangan, suasana memanas setelah Satpol PP menertibkan dagangannya. Dagangan Yoga seperti gorengan, nasi bungkus, dan lainnya, tumpah berserakan.

Seketika, ratusan PKL dari berbagai penjuru Kota Ponorogo berkumpul di lokasi. Teriakan- teriakan, sumpah serapah terus mengalir dari mulut para PKL.

Pedagang berkumpul usai penertiban

 "Hari ini memang ada pemberitahuan akan ada penertiban. Namun jadwal jam 17.30 WIB tadi. Tapi jam segitu tidak ada penertiban," kata Sudarno salah satu saksi.

Kemudian, setelah Isya' satpol PP malah beraksi. "Ya tadi kan mau diamankan. Dari pada dibawa, kata pemiliknya mending digulingkan," terangnya.

 Sampai saat ini, ratusan PKL masih 'mengepung' di sekitar rumah Plt Kepala Satpol PP Ponorogo dan PMK, Slamet Lilik Raharjo. PKL menunggu kejelasan. Tidak hanya menunggu, ratusan PKL juga membawa rombong milik Yoga ke rumah Lilik di Jalan Kenongo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menyayangkan kericuhan penertiban tersebut.

"Saya menyesalkan. Mau ditertibkan malah seperti itu," terangnya saat dikonfirmasi.

Gerobak pedagang diletakkan di rumah Plt Kasatpol PP

Ipong mengatakan, dari 30 PKL di Jalan Sultan Agung, semua mau pindah. Hanya tinggal 6 PKL yang tidak mau pindah. Ia khawatir, 6 PKL tersebut bukan warga Ponorogo.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Mau ditertibkan kok malah seperti itu. Saya khawatir mereka malah bukan dari Ponorogo. Bisa dari luar Ponorogo," terangnya.

Ia mengklaim telah berkali-kali sudah melakukan peringatan sampai perundingan di DPRD Ponorogo. 

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.