Kamis, 18 Jun 2026 06:40 WIB

Gus Romli Malang Dikaitkan Doktrin Kiamat, Gus Reza Lirboyo: Itu Hoaks

Gus Romli, Pengasuh Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin saat berbincang dengan polisi
Gus Romli, Pengasuh Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin saat berbincang dengan polisi

jatimnow.com - 60 warga Ponorogo yang eksodus ke Malang karena diduga terdoktrin kiamata dikaitkan dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadiin, Pulosari, Kasembon, Malang yang diasuh KH. Muhammad Romli atau Gus Romli.

Hal itu mengundang keprihatinan KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza, salah satu anggota keluarga besar Ponpes Lirboyo, Kota Kediri. Gus Reza bahkan menulis pendapatnya langsung dan disebarnya melalui WhatsApp.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Dalam tulisannya itu, Gus Reza yang juga merupakan ipar Gus Romli itu menceritakan awal mula pendirian pondok. Pengasuh pertama pondok tersebut adalah Kh Sholeh Saifudin yang merupakan mertua Gus Reza. Setelah meninggal dunia, kepemimpinan pondok dilanjutkan oleh Gus Romli.

"Kesehariannya, beliau tidak jauh dari urusan ibadah, pengajian dan bersholawat," tulis Gus Reza.

Dalam tulisannya tersebut, Gus Reza juga menegaskan bahwa berita yang menyebutkan pondok asuhan Gus Romli mengajarkan ajaran yang tidak sesuai, adalah Hoax. Sebab beberapa berita bahkan menyebutkan bahwa Gus Romli mengubah rukun islam.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Tidak betul itu semua. Apa yang diajarkan dan diamalkan oleh Gus Romli semuanya berdasarkan kitab kuning yang dipelajarinya," lanjutnya.

Saat dikonfirmasi, Gus Reza membenarkan bahwa tulisan tersebut adalah miliknya. Putra KH Imam Yahya Mahrus ini mengaku prihatin atas serangan berita hoaks yang terjadi pada Gus Romli dan ponpesnya. Menurutnya, kasus ini dikarenakan gagal paham.

"Ada salah seorang peserta pengajian yang gagal paham dan menyimpulkan sendiri apa yang disampaikan oleh Gus Romli," tegasnya, Jumat (15/03/2019).

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Gus Reza mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan berita hoaks trsebut. Sebelum menyebarkan informasi, masyarakat diharap untuk melakukan tabayyun atau konfirmasi terlebih dahulu.

"Setelah itu bermusyawarah dan saling menasehati. Jika salah maka tugas kita untuk memberi nasehat," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.