Minggu, 14 Jun 2026 09:19 WIB

Ini Penyebab Tanah Gerak yang Rusakkan 15 Rumah di Tulungagung

Rumah yang ditinggalkan penghuninya
Rumah yang ditinggalkan penghuninya

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan pemantauan tanah gerak yang menyebabkan belasan rumah rusak di Desa Tanen, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Bahkan Dinas ESDM Provinsi juga telah melakukan penelitian untuk menemukan penyebab tanah gerak yang terjadi sejak tahun 2011 itu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tulungagung, Djito Prayogo menuturkan dari hasil penelitian ini diketahui terdapat lapisan kaolin di dalam struktur tanah. Lapisan ini membuat tanah labil dan mudah bergeser saat turun hujan. Namun saat musim kemarau tanah akan stabil dan tidak bergeser.

"Lapisan kaolin ini biasa digunakan dalam industri keramik, jadi kondisi tanah labil," ujarnya, Kamis (14/03/2019).

Baca juga: Terdampak Tanah Gerak, 15 Rumah di Tulungagung Rusak

Pihak BPBD sendiri sudah melakukan sosialisasi terkait hasil penelitian ini kepada masyarakat. Mereka diimbau untuk pindah atau mengungsi, karena lokasi tersebut sangat tidak cocok untuk digunakan kawasan pemukiman.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Kalau digunakan sebagai lahan pertanian juga tidak bagus, cocoknya lokasi tersebut untuk lahan penambangan kaolin karena kandungannya sangat banyak," tuturnya.

BPBD juga sudah melakukan pendekatan terhadap warga, melalui kecamatan dan pemerintah desa. Warga yang rumahnya rusak karena tanah gerak ini, ditawarkan untuk mengikuti program pemerintah transmigrasi. Mereka akan mendapatkan rumah dan tanah di lokasi transmigrasi. Namun warga menolak dan memilih tetap bertahan di rumahnya.

"Solusi terakhir mereka pindah mengungsi ke rumah saudaranya yang lebih aman," pungkasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.