Jumat, 12 Jun 2026 05:15 WIB

Ponpes di Malang Bantah Isu Terima Uang dari Warga Eksodus Kiamat

Pengasuh Ponpes Dusun Pulosari, Kasembon tiga dari kiri
Pengasuh Ponpes Dusun Pulosari, Kasembon tiga dari kiri

jatimnow.com - Santer beredar isu bahwa uang hasil penjualan aset jemaah diberikan kepada salah satu ulama di pondok peantren (Ponpes) di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Menyikapi hal ini, pengasuh Ponpes Miftahul Falahil Muhtadin membantah.

Pengasuh Ponpes Miftahul Falahil Muhtadin, KH. Muhammad Romli membantah adanya informasi yang beredar luas di masyarakat di salah satu daerah di Jawa Timur.

"Kalau dikatakan menjual aset diberikan ke Kiai itu sangat kejam sekali. Itu tidak benar sekali," ujar pria yang disapa Gus Romli, saat memberikan klarifikasi di Polres Batu, Rabu malam (13/3/2019).

Gus Romli mengaku tidak mengetahui terkait penjualan aset yang dilakukan oleh para jemaah di salah satu wilayah untuk bergabung di Ponpesnya.

"Menyongsong meteor yang jadi 10 dari tanda besar kiamat artinya kita ini diperintahkan Alquran dalam QS Al Furqan untuk menyiapkan perbekalan yang cukup," terangnya.

Namun Gus Romli mengungkapkan sebenarnya tak ada permasalahan di awal penyelenggaraan kajian tahun pertama dan kedua. Di tahun ketiga, karena semakin ramai dan banyak jemaah, maka panitia membentuk panitia untuk para santri yang ingin bergabung.

"Jadi mereka yang gabung itu harus bawa perbekalan masing-masing untuk program triwulanan ini sejak bulan Rajab, Sya'ban, dan Ramadan untuk menyongsong meteor. Kalau setelah Ramadan tidak terjadi apa-apa, mereka bawa pulang lagi," jelasnya.

Gus Romli menegaskan, semuanya itu untuk mengantisipasi bilamana meteor benar-benar datang di Ramadan sesuai dengan pemahaman Tarekat Akmaliyah yang ia anut berdasarkan tafsir Alquran dan Hadist.

Sebagaimana informasi di media sosial, beredar kabar adanya penjualan aset beberapa warga di salah satu daerah di Jawa Timur untuk diberikan kepada salah satu Ponpes di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, yang diidentikkan dengan Ponpes Miftahu Falahil Mubtadiin.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.