Minggu, 21 Jun 2026 02:19 WIB

10 Siswa 'Menghilang' dari Sekolah Akibat Doktrin Kiamat di Ponorogo

Guru sekolah SDN 2 Watubonang Ponorogo
Guru sekolah SDN 2 Watubonang Ponorogo

jatimnow.com – Kepergian 16 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo yang pergi mendadak ke Malang karena ada doktrin kiamat juga diikuti oleh anak-anaknya.

Rupanya ada 10 siswa SD dari 52 warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo yang ikut hijrah ke Malang dan membuat mereka absen tidak masuk sekolah.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Ya ada 10 siswa yang absen di sekolah kami. Mereka mendadak hilang. Ya karena memang mengikuti orang tuanya ke Malang," kata Taman, salah satu guru SDN 2 Watubonang, kepada jatimnow.com, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, ke 10 siswa tersebut tidak pamit secara resmi ke sekolah. Mereka juga tidak mengurus kepindahan ke sekolah lain.

"Tidak pamit, tidak minta pindah sekolah juga. Menghilang begitu saja,” terang wali kelas 6 ini.

Bahkan, dari 10 siswa tersebut terdapat 3 siswa yang terancam tidak dapat mengikuti ujian nasional. Karena ketiga siswa tersebut merupakan siswa kelas 6 SD.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ya sangat kami sayangkan. Apalagi mendekati ujian seperti ini," ujarnya.

Ia menjelaskan ke 3 siswa kelas 6 SD yang hijrah ke Malang tetap bisa mengikuti ujian. Dengan syarat mereka kembali ke Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo dalam waktu dekat.

Sebelumnya, kepergian 52 warga tersebut dibenarkan oleh Perangkat Desa Watubonang, Sogi. Selama kurang lebih sebulan ada 16 kepala keluarga (KK) yang pindah. Dari 16 KK tersebut, 2 KK dari Dusun Gulun dan 14 KK dari Dusun Krajan.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Ada 52 warga, 23 perempuan dan 29 laki-laki. Sembilan diantaranya anak-anak yang tidak tahu apa-apa," terang Sogi kepada jatimnow.com, Rabu (13/3).

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.