Kamis, 18 Jun 2026 14:25 WIB

Muhammadiyah Jatim Minta Hoaks Jokowi Legalkan Zina Tak Dibesarkan

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)  Jawa Timur, Nadjib Hamid
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Nadjib Hamid

jatimnow.com - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur meminta kepada masyarakat untuk memaafkan dan tidak membesar-besarkan kasus penyebaran hoaks Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilakukan Ustaz Supriyanto di Banyuwangi.

"Informasi yang saya terima dari kawan-kawan di sana bahwa itu bukannya kampanye. Tapi ada relawan-relawan dari salah satu pasangan capres yang mampir salat di sana. Usai Salat Duhur, sang imam diminta untuk memberikan tausiyah, memberikan motivasi kepada para relawan itu," ujar Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Nadjib Hamid kepada wartawan di Kantor PWM, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (13/3/2019).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Menurutnya, sang imam itu kemungkinan melakukan secara spontan.

"Nah, mungkin dia nggak paham materi yang disampaikan, tidak dalam standar KPU atau aturan main pemilu," katanya.

"Jadi saya kira hanya itu saking semangatnya disuruh. Tidak ada desain kampanye di masjid. Maka kalau itu khilaf, kita mintakan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu," tuturnya.

Nadjib menambahkan, di Organisasi Muhammadiyah jika ada yang berperilaku khilaf, maka dimaafkan.

"Saya kira di Muhammadiyah ini gampang. Kalau misalnya ada diketahui ada kekhilafan dalam perilakunya, kita sampaikan itu keliru dan ditegur untuk tidak mengulangi lagi," terangnya.

Mantan Komisioner KPU Kabupaten Ponorogo ini menambahkan, tidak melihat jabatan dari ustaz yang menyampaikan hal tersebut di Banyuwangi.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Apapun itu, saya kira bukan jabatannya dia apa. Tapi karena posisinya waktu itu jadi imamnya. Saya kira itu nggak ada hubungan hirarki, nggak ada hubungan struktural bagi orang yang datang itu dengan kesempatan salat di situ, karena dia imam," ujarnya.

Ditanya apakah dari Organisasi Muhammadiyah akan melakukan pendampingan terhadap Ustaz Supriyanto yang juga Ketua PC Muhammadiyah Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi dan Imam Suherlan, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalibaru sekaligus Ketua PAN Kecamatan Kalibaru, Nadjib menjawab normatif.

"Saya kira kalau kasusnya khilaf begitu, ya saya kira semua pihak memahami dan memaafkan, karena tidak sengaja," tuturnya.

Mantan Komisioner KPU Jawa Timur ini meminta kasus ustaz di kampanye untuk tidak diperlebar.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Kasus seperti itu kok diperlebar. Padahal menurut saya, karena ada tamu lalu minta tausiyah dari imam. Ya sesuatu yang karena didorong semangat yang luar biasa. Mungkin haluannya sama, pilihannya sama, sehingga semangat sekali atau mungkin euforia," sambungnya.

"Anggap saja itu khilaf dan nggak usah diperbesar diperlebar. Sebagai tindakan warga negara yang mungkin dia, saya yakin tidak mengerti aturan kapan diperbolehkan, di mana saja dan tidak boleh di mana saja," katanya.

Nadjib menambahkan, apa yang dilakukan Ustadz Supriyanto cukup diingatkan saja. Sebeb menurutnya, kasus di Banyuwangi tidak ada yang spektakuler.

"Saya tidak melihat ini sesuatu yang spektakuler. Saya lihat di tempat lain lebih parah juga banyak. Di gereja-gereja seperti di video-video itu kan lebih parah. Jadi, jangan juga didramatisir sebagai sesuatu yang luar biasa. Saya menyadari bahwa kemungkinan orang khilaf, saya kira sesuatu yang lazim saja," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.