Senin, 15 Jun 2026 22:42 WIB

Ditinjau Mendikbud, Begini Penjelasan Bupati Madiun Soal Banjir

Mendikbud Muhadjir Effendy saat kunjungi sejumlah sekolah terdampak banjir bersama Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro
Mendikbud Muhadjir Effendy saat kunjungi sejumlah sekolah terdampak banjir bersama Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro

jatimnow.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melakukan peninjauan ke Kabupaten Madiun, Senin (11/3/2019). Di wilayah terdampak banjir paling parah se Jawa Timur ini, Mendikbud disambut dan ditemui langsung Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro.

Di hadapan Mendikbud Muhadjir, Bupati Dawami mengatakan salah satu penyebab bahwa banjir parah di Kabupaten Madiun akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

"Penyebab utama memang tanggul jebol. Tapi di balik itu semua kurangnya kesadaran masyarakat. Jadi saat tanggulnyan bocor sedikit, dibiarkan akhirnya jebol karena banyaknya sampah," kata Bupati Dawami.

Ia menambahkan, kesimpulan itu didapatkan setelah melakukan penelusuran sungai. Ia menyebutkan, dirinya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penelusuran mulai dari hulu di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan hingga hilir di Pintu Dua Belas Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Sabtu (9/3/2019) lalu.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

"Kemarin Sabtu (9/3/2019) saya bersama BNPB melakukan penelusuran sungai. Kalau menggantungkan pemerintah, setiap tahun dilakukan normalisasi, tetap sama saja. Makanya perlu kesadaran dari masyarakat untuk menjaga lingkungan," paparnya kepada Menteri Muhadjir saat melakukan peninjauan ke sekolah-sekolah terdampak banjir.

Oleh sebab itu, melalui Kemendikbud, Bupati Dawami menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan dan rasa memiliki terhadap aset nasional mulai ditanamkan kepada anak-anak sekolah sejak dini.

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

Banjir di Kabupaten Madiun merupakan banjir terparah dari 15 kabupaten yang terdampak banjir. Air banjir merendam 8 kecamatan pada Rabu (6/3/2019) lalu yaitu Kecamatan Madiun, Saradan, Pilangkenceng, Balerejo, Sawahan, Mejayan, Wungu serta Kecamatan Wonoasri.

Selain merusak sawah dan rumah warga serta infrastruktur, banjir di Kabupaten Madiun itu juga merusak sarana dan prasarana 36 sekolahan mulai dari PAUD hingga SMA/SMK di 8 kecamatan yang terdampak.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.