Rabu, 17 Jun 2026 10:38 WIB

Begini Cerita Pelarian Kurir Sabu Jaringan Malaysia yang Ditembak Mati

Barang bukti kurir narkoba yang ditembak mati dibeber di RS Bhayangkara di Surabaya
Barang bukti kurir narkoba yang ditembak mati dibeber di RS Bhayangkara di Surabaya

jatimnow.com - Sebelum ditembak mati polisi, Yoyok Supriyanto, kurir sabu 5 kg dari Malaysia ke Indonesia itu ternyata memiliki jaringan yang cukup licin seperti belut. Ditresnarkoba Polda Jatim bahkan sering dikelabui pria 36 tahun asal Sidoarjo tersebut.

Namun, Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 22.30 Wib kemarin, menjadi hari terakhir Yoyok menghembuskan nafasnya. Sebab, timah panas yang dilesatkan Tim Ditresnarkoba Polda Jatim membuat nyawanya melayang.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Dia (Yoyok) kami ringkus di sebuah SPBU di Kebomas Gresik setelah pemantauan sekitar sepekan," terang Wadirresnarkoba Polda Jatim AKBP Teddy Suhendiawan Syarif, Senin (11/3/2019).

Saat ditangkap, Yoyok terbukti membawa sabu seberat 5 kg yang diambilnya seorang bandar berinisial KIM di Jakarta melalui jalur darat dan yang akan diserahkan kepada seseorang bernama Evo di Stasiun Gubeng Surabaya.

Baca juga:  Polda Jatim Tembak Mati Kurir Sabu Jaringan Malaysia

"Kami kemudian mengeler tersangka ke Stasiun Gubeng dengan harapan dapat meringkus si penerima sabu," beber Teddy.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Namun, setelah sampai di Stasiun Gubeng, Evo yang dimaksud tersangka ternyata tidak menampakkan batang hidungnya. Tersangka Yoyok kembali diinterogasi di lapangan dan mengaku sabu 5 kg itu diarahkan agar dikirim ke Bangkalan, Madura, karena posisi Evo sudah di sana.

"Sabu itu diminta dikirim ke Dusun Sendanglauk, Kecamatan Labang, Bangkalan, Madura," tambah Teddy.

Yoyok kembali dikeler ke alamat di Madura tersebut. Setibanya di lokasi atau sekitar pukul 22.30 Wib, Minggu (10/3/2019), Evo tidak kunjung datang dan polisi memutuskan untuk menunggu Evo sampai kelihatan.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Ternyata, saat mendapat kesempatan, Yoyok kabur dan melawan polisi dengan cara menendang. Kejar-kejaran sempat terjadi dengan beberapa kali tembakan peringatan dari polisi. Karena tidak menggubris tembakan peringatan itu, Yoyok akhirnya diterjang tiga peluru tajam ditubuhnya.

"Pelaku langsung kami bawa ke rumah sakit terdekat di Bangkalan tapi dinyatakan meninggal dunia. Kemudian jenazahnya kami bawa ke RS Bhayangkara di Surabaya," sambung Teddy.

Dari tangan Yoyok, selain sabu seberat 5 kg yang terdiri dari 5 bungkus plastik, Ditresnarkoba Polda Jatim juga menyita sebuah ponsel, koper, tiket bus, uang tunai Rp 2.350.000,- serta identitas berupa KTP atas Yoyok.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.