Sabtu, 20 Jun 2026 03:29 WIB

Jelang Pemilu 2019, Gubernur Khofifah: Waspadai Potensi Konflik Sosial

Gubernur Khofifah di acara  silaturrahim ulama Nahdlatul Ulama
Gubernur Khofifah di acara silaturrahim ulama Nahdlatul Ulama

jatimnow.com - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, potensi konflik sosial di tengah masyarakat perlu diwaspadai. Konflik sosial itu kemungkinan bisa dipicu adanya intoleransi, politik identitas, SARA.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di acara silaturrahim ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi Rois Syuriah dan Tanfizdiyah PWNU Jatim, PCNU kabupaten dan kota se Jatim.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Acara tersebut juga dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe Prasetija Boedi, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (9/3/2019).

"Saya kutip dari hasil surveinya UIN Syarif Hidayatullah dan hasil survei LIPI. Saya rasa dua lembaga ini menjadi preferensi bagi kita semua," kata Gubernur Khofifah.

Hasil survei UIN Syarif Hidayatullah memberikan referensi, bahwa ada di 34 provinsi ternyata kelompok milienial ada kecenderungan intoleransinya tinggi.

Sedangkan hasil survei dari LIPI yang dilihat dari sebaran responden 36 persen doktor, 32 persen master dan 6 persen sarjana, dapat dilihat bahwa ada hal yang memang harus dilakukan kewaspadaan secara komprehensif.

"Jadi ada prediksi dari hasil survei LIPI bahwa masyarakat banyak melihat kemungkinan konflik sosial akan muncul di Pemilu 2019. Kemudian politik identitas, SARA termasuk cukup dominan. Kemungkinan bisa memicu disharmonis," tuturnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Gula Jatim Terus Meningkat

Dari hasil survei tersebut, Khofifah menyampaikan kembali dihadapan para ulama dan umaro.

"Ada ulama NU Jawa Timur, ada Pak Pangdam, ada Pak Kapolda, saya menyampaikan kembali hasil survei untuk bisa menjadi kewaspadaan bersama," ujarnya.

Khofifah menambahkan, selama ini Provinsi Jawa Timur mampu memberikan pelayanan yang terbaik untuk keamanan dan ketertiban terutama menjaga pemilu aman dan damai.

Baca Juga: Khofifah Dampingi Sheikh Afeefuddin Kunjungi Ponpes Genggong Probolinggo

"Ada kewaspadaan yang kita lakukan secara lebih seksama karena disini ulama dan umaro bertemu. Menurut saya saat yang tepat untuk bisa membangun sinergitas dari seluruh personil, baik ulama maupun umaronya," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.