Minggu, 21 Jun 2026 12:27 WIB

Suami Istri Miskin di Probolinggo akan Dievakuasi ke Rumah Layak Huni

Dinas Sosial Kota Probolinggo saat melihat kondisi suami istri miskin
Dinas Sosial Kota Probolinggo saat melihat kondisi suami istri miskin

jatimnow.com - Kondisi pasangan suami istri buta yang hidup dalam kemiskinan di RT 5 RW 16 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo langsung mendapat respon Pemkot Probolinggo melalui Dinas Sosial.

Pasangan suami istri (pasutri) itu adalah Sukri (74) dan Armani (70). Keduanya tinggal di rumah reyot yang dindingnya terbuat dari anyaman bambu (gedek) dengan lantai dari tanah.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Dinas Sosial Kota Probolinggo yang merespon kondisi suami istri lansia itu sudah mendatangi lokasi rumah reyot tempat suami istri itu tinggal.

"Kami sudah mendatangi rumah Sukri dan Armani serta melihat langsung kehidupan keduanya," Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Probolinggo, Zainullah Sabtu (8/3/2019).

Baca juga:  Kasihan, Mata Suami Istri Miskin di Probolinggo ini Buta

Zainullah mengaku akan melakukan berkoordinasi dengan pihak keluarganya. Sebab suami istri itu tidak memilki keturunan. Untuk itu dirinya akan menawarkan kepada kerabatnya agar bersedia menampung suami istri itu di rumahnya.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Namun jika tidak ada yang berkenaan, kami akan usahakan untuk bisa membangunkan rumah layak huni dilengkapi dengan kamar mandi," tambahnya.

Zainullah mengaku, pasutri ini memang sudah terdata sebagai keluarga penerima jaminan sosial yang tercakup dalam layanan BPJS. Keduanya juga sudah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Dengan kartu KKS, mereka bisa mendapatkan bantuan berupa beras 10 kg dan telur 10 butir setiap bulan.

"Untuk menjaga kesehatannya, kami akan berkoordinasi dengan puskesmas setempat," ungkapnya.

Baca Juga: Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten

Sementara itu, Ketua RT Rasuli (55) mengatakan, renovasi rumah pasutri tersebut memang selalu gagal. Sebab tanah berdirinya rumah reyot itu bukan atas nama keduanya.

"Itu tanah milik saya, sifatnya pasangan ini hanya numpang menempati saja," katanya.

Diketahui sebelumnya, pasutri ini sudah sekitar 8 tahunan menempati rumah reyot tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.