Selasa, 16 Jun 2026 19:33 WIB

Mengenang Satu Tahun Tragedi Longsor Banaran, Warga Masih Menangis

Monumen yang bertuliskan  nama-nama korban tragedi longsor Banaran.
Monumen yang bertuliskan nama-nama korban tragedi longsor Banaran.

jatimnow.com - Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, setahun yang lalu, dirundung duka. Retakan kecil yang sempat diyakini tidak membahayakan berubah menjadi longsoran yang ganas.

Bagaimana tidak, 36 rumah harus hancur dan rata dengan tanah. 28 warga terkubur hidup-hidup dalam peristiwa tanah longsor tersebut. 5 ditemukan, sementara 23 lainnya masih belum ditemukan hingga kini.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Saat ini, di tempat peristiwa longsor tersebut dibangun sebuah monumen. Monumen batu dengan tulisan nama-nama korban berisi di tanah dengan label Zona A tersebut.

Kini, puluhan warga terdampak sudah menempati rumah permanen. Mereka mulai move on. Melanjutkan hidup dengan bertani dan berladang.

Walaupun terkadang, di tengah kesibukannya pasti ada rasa trauma mendalam. Tiba-tiba menangis di tengah hujan karena teringat satu tahun lalu.

"Rumah saya dan dua anak saya habis. Anak saya dan cucu saya juga tergulung ganasnya tanah longsor," kata Nenek Ratun salah satu korban terdampak longsor, Senin (2/4/2018).

Saat itu terjadinya peristiwa itu, Ratun sedang meladang. Ia mendengar suara getaran cukup keras. Firasatnya pun buruk, lari ke arah suara.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

Tragisnya, longsor sedang terjadi. "Saya kayak orang bingung. Ling Ling seketika. Melihat rumah sudah rata. Keluarga sudah tidak ada," katanya sambil menyeka air matanya.

Ia mengatakan, setelahnya baru mencari sanak keluarganya. Dan total ada 17 yang hitungan keluarganya tertimbun. Tidak ada satu pun ditemukan.

"Yang lalu ya biar saja. Saya mulai menata kembali. Masih ada tiga anak saya. Ini juga mulai bertani kembali," bebernya.

Baca Juga: Material Batu Longsor, Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Kembali Ditutup

Warga lain, Sumini, mengaku sudah mulai bertani lagi. Apalagi rumah sudah dibangunkan oleh Pemkab dan TNI.

"Saya sudah mulai bertani lagi. Walaupun terkadang teringat. Menangis sendiri," katanya.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.