Minggu, 14 Jun 2026 23:39 WIB

Tak Kunjung Diperbaiki, Atap Kelas SD di Ponorogo Ambruk

Salah satu siswa melihat atap kelasnya yang ambruk
Salah satu siswa melihat atap kelasnya yang ambruk

jatimnow.com - Atap kelas di SDN 1 Karangjoho, Ponorogo Ambruk, Sabtu (2/3/2019). Atap tersebut telah dilaporkan rapuh sejak Agustus 2018 lalu, namun tak kunjung mendapat perhatian.

Awalnya hanya plafon yang roboh akibat bantalan penahan terlepas. Kemudian atap ruangan kelas turut ambruk.

Sejak dilaporkan rapuh pada pertengahan tahun 2018 lalu, Dinas Pendidikan Ponorogo mengatakan bakal melakukan perbaikan pada bulan Februari 2019.

Namun, hingga memasuki bulan Maret ini, belum ada tanda-tanya perbaikan. Ambruknya atap tersebut dapat membayahakan dua ruang kelas yang ada di samping kanan dan kirinya.

Para siswa yang seharusnya menempati ruang kelas tersebut terpaksa harus belajar di ruang kelas darurat. Sementara siswa kelas II dan IV yang ada di samping kanan dan kiri ruangan itu masih bertahan belajar di ruangan masing-masing.

"Saya dan teman-tekan khawatir. Sebelah kelas sudah ambrol atapnya," kata salah satu siswa kelas IV, SDN 1 Karangjoho, Aldo Tri Wiyono, Sabtu (2/3/2019).

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Ambruk di Tulungagung Rencananya Dimulai Agustus Mendatang



Aldo berharap ruang kelas yang rusak dapat segera diperbaiki. Agar dapat belajar dengan tenang. Tidak khawatir kalau atap runtuh menimpanya dan seluruh siswa lain yang sedang belajar. Mengingat saat ini musim penghujan belum berakhir. Pun hujan lebat disertai angin lebat masih sering terjadi di daerah setempat.

Salah satu guru kelas, Miftahul Mujib menjelaskan, ruang kelas tersebut rusak pada tahun 2017 lalu. Ia menceritakan awalnya bantalan kuda-kuda yang terlepas.

"Kami inisiatif untuk memberi tiang penyangga. Daripada anak didik kami yang terkena ," kata Mujib, sapaan akrab Miftahul Mujib.

Ia beralasan, pihak sekolah berinisiatif membuat penyangga ruangan dari bambu. Agar konstruksi atap dapat bertahan hingga menunggu perbaikan.

Penyangga sementara tidak sanggup menahan kontruksi atap yang mulai lapuk. Shujan disertai angin lebat yang terjadi beberapa waktu terakhir, membuat sebagian atap ambruk.

"Untungnya anak-anak sudah diungsikan," bebernya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.