Gubernur Khofifah Ajak Para Gus dan Kiai Muda Tangkal Radikalisme
- Penulis : Farizal Tito
- | Sabtu, 23 Feb 2019 21:21 WIB
jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kepada para gus dan para kiai muda agar membantu pemerintah dan negara dalam menangkal bahaya radikalisme.
Permintaan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahmi Gawagis Nusantara di Hotel Wyndam, Surabaya, Sabtu (23/2/2019), mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla.
Baca Juga: Hampir Setahun, Hibah Aspal Dari Khofifah Belum Digunakan Pemkab Tulungagung
Menurut Khofifah, berdasarkan hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Lembaga Survei Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, terdapat kecenderungan anak muda usia sekolah terjangkiti faham radikalisme.
"Lewat hasil survei tersebut menyebutkan, bahwa dari 34 provinsi se Indonesia, anak-anak SMP dan SMA mengalami kristalisasi terhadap format pemikiran yang cenderung berbau faham radikal," ujarnya.
Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo
Melihat kondisi itu, Khofifah meyakini bahwa survei tersebut bisa dijadikan referensi agar bisa masuk ke sekolah-sekolah negeri terutama SMA/SMK dan perguruan tinggi favorit dengan bekal pencerahan sesuai dengan ilmu agama.
"Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari singkronisasi dari seluruh energi positif yang ada dalam komunitas gus-gus di IGGI, Asparagus maupun Gawagis," tegasnya.
Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran
Gawagis yang merupakan ulama-ulama muda milenial yang diinisiasi oleh Gus dari seluruh Jatim yang keberadaanya terbukti telah memberikan makna substantif bagi kekuatan Ahlu Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) khususnya dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Forum ini akan menjadi bagian dari rasa memperkuat resonansi besar di seluruh Indonesia untuk menangkal bahaya radikalsime.
Editor : Narendra BakrieURL : https://jatimnow.id/baca-12718-gubernur-khofifah-ajak-para-gus-dan-kiai-muda-tangkal-radikalisme