Senin, 08 Jun 2026 00:59 WIB

Lagi, Warga Ponorogo Tertipu Jual Beli Online

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 19 Feb 2019 09:18 WIB
Yuliana tunjukkan penipuan online yang menimpa dirinya
Yuliana tunjukkan penipuan online yang menimpa dirinya

jatimnow.com – Aksi penipuan kembali terjadi di Ponorogo setelah dua orang warga Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, tertipu jual-beli online. Kini giliran satu warga Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Kabupaten juga tertipu dengan modus yang sama persis.

Korban adalah Yuliana yang tertipu untuk membeli motor C 70 dengan harga Rp 2.3 juta di salah satu akun media sosial facebokk.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

"Jadi suami saya tergiur beli motor murah. Waktu itu melihat di salah satu akun facebook," kata Yuliana kepada jatimnow.com, Selasa (19/2/2019).

Baca juga: Tergiur HP Murah, Dua Warga Ponorogo ini Malah Tertipu Rp 105 Juta

Berawal dari perkenalan melalui media sosial, akhirnya berbalas pesan di inbox facebook dan berujung bertukar nomor handphone. Ia mengaku percaya-percaya saja dengan orang yang menjual motor secara online. Pasalnya di akun facebook ada bukti transaksi dari costumer.

"Saya percaya karena ada bukti di facebook juga," ujarnya.

Saat di pesan WhatsApp, penipu semakin melancarkan aksinya. Padahal sebelum mengirimkan uang Rp 2.3 juta, dirinya sudah meminta barang untuk dikirimkan dulu.

"Dia (penipu) mengirimkan KTP yang bertuliskan bekerja sebagai tentara. Termasuk foto seragam tentara. Saya akhirnya percaya," terang ibu satu orang anak ini.

Akan tetapi, sepekan kemudian ada telepon dari orang yang mengaku sebagai beacukai yang meminta ditransfer uang sebesar Rp 4.8 juta.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Alasannya barang saya black market. Jadi suruh mengirimkan semacam uang pelicin," urainya.

Namun sebelum terlanjur mengirim uang Rp 4.8 juta tersebut, dirinya sadar merasa telah ditipu. Akhirnya Yuliana pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Ponorogo di Jalan Bhayangkara.

"Saya akhirnya belok ke Polres. Saya merasa tertipu," urainya.

Sebelumnya, kasus penipuan jual beli online juga menimpa dua warga lain yaitu SP dan SM warga Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Masing-masing tertipu Rp 85 juta dan Rp 20 juta untuk HP seharga Rp 1 juta.

Berbekal kesepakatan secara online, korban mengirimkan uang dan menunggu HP dikirim. Untuk meyakinkan pembeli, penjual juga mengirimkan video dengan background salah satu jasa pengiriman dan mengatakan barang sudah dikirim.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Setelah dua pekan, bukanya barang pesanan yang datang, melainkan telepon yang mengaku dari petuga bea cukai yang mengancam telah membeli barang ilegal.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.