Selasa, 16 Jun 2026 02:16 WIB

Rumah Keluarga Pemimpin Pemberontakan PETA Soeprijadi di Blitar Dijual

  • Penulis : CF Glorian
  • | Kamis, 14 Feb 2019 16:49 WIB
Rumah Pahlawan Nasional Soeprijadi di Blitar dijual
Rumah Pahlawan Nasional Soeprijadi di Blitar dijual

jatimnow.com - Rumah keluarga Pahlawan Nasional Soedanco Soeprijadi, pemimpin pergerakan PETA yang memberontak Pemerintah Jepang, dipasang papan bertuliskan "Dijual".

Rumah model bangunan lama dengan luas 856 meter persegi yang berada di Jalan Soeprijadi tersebut diketahui merupakan milik Darmadi, ayah kandung S. Soeprijadi yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Blitar.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Kesepakatan keluarga untuk dijual. Karena sudah pada tua-tua dan tidak ingin nanti dijadikan rebutan," kata Suroto, adik tiri Soeprijadi, Kamis (14/02/2019).

Rumah dengan nomor 42 tersebut dibeli oleh Darmadi pada tahun 1933 saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan di Kediri. Rumah itu baru ditempati pada tahun 1956 ketika Darmadi sudah pensiun menjadi Bupati Blitar.

"Dulu rumah ini peninggalan Belanda. Kemudian Jepang masuk, rumah ini dijarah. Bahkan kusen sama daun pintu itu diambil warga. Tapi bentuk fisiknya masih tidak berubah sampai sekarang," kata Suroto yang berumur 80 tahun tersebut.

Di dalam rumah itu terdiri dari tiga kamar besar, tiga kamar kecil, dapur dan ruang makan serta ruang tamu. Saat jatimnow.com masuk, nuansa sejuk khas rumah tempo dulu begitu terasa.

Menurut Suroto, proses penjualan rumah sepenuhnya diserahkan kepada keponakannya.

"Saya dan saudara saya tidak tau nanti bagaimana, yang pasti kalau dijual biar urusannya sama keponakan," kata dia.

Suroto merupakan saudara tiri Soeprijadi yang kini masih hidup. Soeprijadi merupakan anak pertama Darmadi dengan istrinya Rahayu yang meninggal sewaktu melahirkan saudara Soeprijadi.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Darmadi kemudian menikah lagi dengan Susilih dan dikaruniai sebelas anak termasuk Suroto. Saat disinggung dimana keberadaan Soeprijadi, Suroto meyakini bila Pahlawan Nasional yang pernah diangkat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan era Presiden Soekarno sudah wafat.

"Kebiasaan kami kalau sama anak tertua itu jarang mendekat. Saya bertemu (Soeprijadi) hanya sekali ketika mau berontak itu di Pendopo Bupati. Saya waktu itu tujuh tahun dan ingatan masih sangat kuat," ucap pria itu dengan ramah.

Kabar dijualnya rumah milik keluarga Soedanco Soeprijadi juga didengar oleh Pemkot Blitar. Wakil Wali Kota Blitar, Santoso mengaku memiliki niat untuk membeli rumah tersebut dan dijadikan sebagai salah satu aset bersejarah milik pemerintah.

"Namun yang pasti kita akan melobby dulu. Karena kita harus menyesuaikan dengan anggaran yang kita miliki," kata Santoso.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Diketahui, tanggal 14 Februari 1945 merupakan hari dimana Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) melakukan pemberontakan terhadap Pemerintah Jepang. Pasukan yang dipimpin Soedanco Soeprijadi itu terjadi di Blitar untuk mempercepat kemerdekaan.

Menurut keluarga, pemberontakan itu gagal setelah Soeprijadi tertangkap dan dibunuh di sekitar Alas Maliran yang kini masuk Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Enam bulan pasca Soeprijadi gugur, Indonesia merdeka.

Pemkot Blitar sendiri juga memperingati peristiwa bersejarah itu dengan mengadakan sejumlah kegiatan diantaranya drama kolosal pemberontakan Peta yang digelar di Monumen Soeprijadi, tepat didepan Taman Makam Pahlawan.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.