Jumat, 19 Jun 2026 00:17 WIB

Gunakan Alkohol 98 Persen, Pesta Miras di Trenggalek Tewaskan 3 Orang

Hadi Suwito pembuat miras palsu
Hadi Suwito pembuat miras palsu

jatimnow.com - Salah satu tersangka, Hadi Suwito, dari hasil penyelidikan Satreskrim Polres Trenggalek, diketahui merupakan produsen miras palsu.

Dalam pengakuannya, warga Desa Janti, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini sudah 10 tahun menggeluti bisnis miras palsu. Bahkan tersangka juga menyewa sebuah rumah kosong yang digunakan sebagai pabrik miras palsu.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Dihadapan polisi, tersangka mempraktekkan cara membuat miras palsu ini. Bahan berupa alkohol 98 persen dicampur dengan air mineral dan penguat aroma. Campuran ini tidak mempunyai takaran tertentu dan hanya menggunakan perkiraan saja.

"Kita lihat mau jenis miras palsu apa yang dipesan, kemudian alkohol disesuaikan dengan jumlah yang tertera di botol," kata Hadi Suwito di Mapolres Trenggalek, Rabu (13/02/2019).

Baca juga: 

Ia memaparkan, setelah campuran jadi maka minuman tersebut diendapkan semalaman. Keesokannya, baru hasil endapan tersebut dituangkan ke botol miras berbagai jenis dan merk.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Untuk memastikan kepada konsumen bahwa minuman tersebut asli, mereka melekatkan label khusus sehingga terkesan asli dari pabrik. Setiap botol minuman ini dijual dengan harga Rp 100 ribu .

"Setiap kardus berisi 12 botol mendapatkan keuntungan Rp 200 ribu," ujarnya.

Tersangka yang merupakan residivis kasus miras ini mengaku mengetahui cara memproduksi miras palsu dari temannya. Saat itu tersangka bekerja di tempat temannya, yang juga memproduksi miras palsu. Untuk menyamarkan dari masyarakat sekitar, tersangka memproduksi miras ini di kandang sapi.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Biar aroma alkoholnya tidak terlalu mencolok," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.