Rabu, 17 Jun 2026 06:00 WIB

25 Ribu Mahasiswa Unibraw Terancam Tak Bisa Nyoblos di Pemilu 2019

Ilustrasi kampus Universitas Brawijaya
Ilustrasi kampus Universitas Brawijaya

jatimnow.com - Sebanyak 25 ribu mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) atau biasa disebut Unibraw Malang terancam tak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang.

Pasalnya dari total jumlah mahasiswa UB yang mencapai 55 ribu sebagian diantaranya belum mengurus administrasi pindah pilih dalam bentuk form A5 ke KPU Kota Malang.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Brawijaya, Andika Mutakin mencatat, setidaknya ada 40 persen mahasiswa yang berasal dari Jabodetabek dan 10 persen berasal luar Pulau Jawa yang terancam tak bisa memilih.

"Penyakitnya karena mereka malas mengurus administrasi pindah pilih. Padahal KPU telah membuka pendaftaran form A5 hingga 17 Februari mendatang, namun hampir 80 persen mahasiswa millenial UB belum tahu cara pengurusan proses pindah pilih ini," ujarnya kepada jatimnow.com, Kamis (7/2/2019).

Andika menyatakan, sebenarnya mahasiswa dari luar Kota Malang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di daerah asalnya. Hanya mereka masih belum mengurus administrasi pilih pindah karena enggan datang ke KPU.

"Jika mahasiswa enggan datang ke KPU untuk mengurus form pindah pilih, kami khawatir ini akan menambah warga yang golput," ucap pria yang juga dosen Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) ini.

Ke depan pihak UB akan terus menggencarkan sosialiasi kepada para mahasiswanya dengan menggandeng KPU, Bawaslu Kota Malang, dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

Selain itu, bekerjasama dengan KPU, UB nantinya akan membuat satu tempat pemungutan suara (TPS)  di dalam kampus untuk memfasilitasi civitas akademisi UB untuk memberikan hak suaranya.

"Kami berharap kepada seluruh kampus yang ada di Kota Malang untuk bergabung dengan UB dalam hal memberikan advokasi kepada pemilih pemula. Karena di Malang Raya, ada lebih dari 75 ribu mahasiswa pendatang," tutupnya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.