Selasa, 16 Jun 2026 02:15 WIB

PSI Gelar Aksi Sobek Amplop Cokelat di DPRD Kota Malang

Ketua PSI Grace Natalie saat DPRD Kota Malang
Ketua PSI Grace Natalie saat DPRD Kota Malang

jatimnow.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendatangi DPRD Kota Malang dengan membawa amplop cokelat yang disimbolkan sebagai suap, Senin (28/1/2019).

Dipimpin Ketua Umum PSI Grace Natalie, partai nomor urut 11 ini membawa amplop cokelat saat berkunjung ke Gedung DPRD Kota Malang.

Amplop ini diibaratkan sebagai sebagai simbol pemberian uang suap sekaligus mengingatkan anggota dewan untuk tak menerima kembali uang suap. Pada amplop bertuliskan di antaranya 'uang pelicin', 'uang sogok' serta 'suap'.

"Betapa buruknya amplop coklat untuk demokrasi kita. Tentu masih ingat ketika 41 dari 45 DPRD Malang yang ditangkap KPK," ujar Ketua Umum PSI, Grace Natalie saat berkunjung ke Gedung DPRD Kota Malang.

Grace juga menekankan bagaimana PSI akan membuat kebijakan berbeda dengan menerapkan standar calon legislatif (Caleg) yang tinggi dan tidak mentoleransi praktek korupsi dan suap baik kecil maupun besar.

"Kita ingin menghentikan akses seperti ini PSI bertekad menghilangkan praktek seperti ini kemudian menggiring kepada tidak ada korupsi kecil atau besar, korupsi itu pencurian sama saja dan menghilangkan hak rakyat," tegasnya.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan



Menurutnya, cara penyelesian yang baik memungkinkan untuk mendapatkan caleg alias wakil rakyat yang berkualitas dan berintegritas.

"Caranya seleksi yang baik, tidak mungkin memiliki wakil rakyat yang baik kalau seleksinya tidak jelas dan semua orang bisa lihat, ada panitia seleksi independen, melibatkan masyarakat, dan medsos," ungkap Grace.

Pihaknya juga telah menekankan para caleg yang diajukan PSI telah menandatangani pakta integritas yang siap sewaktu-waktu dipecat bila terlibat korupsi dan suap baik kecil maupun besar.

"Mau korupsi besar atau kecil itu sama saja. Di PSI mencuri waktu saja ada sanksinya. Kalau absensinya bolos maksimal 10 persen akan kita pecat," terangnya.

Setelah membawa amplop cokelat sebagai simbol uang suap dan korupsi, PSI merobek amplop coklat tersebut sebagai simbol penolakan dan perang terhadap korupsi dan suap.

"Tidak boleh ada amplop cokelat. Emosi soalnya mari kita sobek semuanya. Say no to amplop cokelat. Kita buang korupsi," pungkas Grace sambil membuang amplop ke tempat sampah.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.