Minggu, 14 Jun 2026 13:41 WIB

Pengaturan Skor Sepakbola, Vigit: Semua Kunci Ada di PSSI

Vigit Waluyo (tengah)
Vigit Waluyo (tengah)

jatimnow.com - Berbagai kecurangan dalam pertandingan sepak bola Indonesia diungkap oleh tersangka Vigit Waluyo.

Usai diperiksa Satgas Antimafia Bola di Polda Jatim, kepada wartawan Vigit mengaku dalam pertandingan sepak bola, siapa yang berkeinginan timnya menjadi juara dengan mudah akan diwujudkan.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Pasalnya hal itu bisa di atur dalam permainan yang dimainkan oleh para mafia bola. Vigit membeberkan kecurangan penetapan juara bisa dilakukan sejak awal pertandingan.

Namun, Vigit enggan menceritakannya secara keseluruhan. Ia mengatakan bahwa semua kunci ada di kubu PSSI yang menjalankan kompetisi. Sebagai organisasi yang menangani sepak bola tanah air, menurut Vigit, PSSI sangat memahami tentang hal tersebut.

"Saya jelaskan sedikit bahwa kebetulan jawaban itu ada di kubu PSSI sendiri. Artinya di dalam ini mereka yang lebih paham tentang awal penjadwalan sampai eksekusi tim yang nantinya juara," kata Vigit Waluyo usai diperiksa Tim Satgas Antimafia Bola di Mapolda Jatim, Kamis (24/1/2019).

Mantan Pengelola PS Mojokerto Putra (PSMP) ini juga mengaku jika PSSI sebagai pembuat jadwal pertandingan lebih mengetahui dugaan adanya match fixing.

"Karena dalam penjadwalan itu tampak sekali bahwa siapa yang bertanding di awal dan bertanding sampai pada penutupan terakhir. Hal ini biasanya mereka yang digadang untuk prestasi yang baik," ujarnya.

Lagi-lagi Vigit mengaku tidak memahami ketika ditanya siapa saja nama-nama juara yang diketahui sejak awal pertandingan.

"Saya kira itu, saya tidak paham tentang detail dan uangnya berapa yang dikeluarkan untuk bisa juara," kata Vigit.

Sementara itu, saat ditanya mengenai juara Liga 1 Persija Jakarta dan Liga 2 PSS Sleman, Vigit menilai itu sudah disetting, karena sesuai dengan perhitungan yang biasa ia lakukan di tim lain.

"Ya bisa jadi mereka juara itu sudah disetting karena sesuai dengan yang saya sebutkan, siapa yang main di awal dan di akhir," ungkapnya.

Vigit juga menyebut anggota Komite Wasit Nasrul Koto ikut terlibat. Dirinya juga mengaku setor uang setiap pertandingan. Alasannya agar tidak dikerjai wasit.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Vigit juga mengaku kenal dengan Nasrul dari Anggota Komite Disiplin Dwi Irianto alias Mbah Putih. Dari perkenalan itu, Vigit mengaku harus menyetorkan uang agar timnya aman di setiap pertandingan home.

"Kami awalnya bertemu dengan Mbah Putih. Dia memberi saran kepada saya untuk bertemu Mas Nasrul Koto," kata Vigit.

Usai pertemuannya dengan Mbah Putih, Vigit membenarkan dalam setiap pertandingan tim yang dikelolanya itu benar-benar aman, tidak ada gangguan dari wasit.

"Setelah itu saya bertemu beliau, dan menanyakan tentang kenapa tim kami seperti ini. Setelah itu pertandingan kami aman-aman saja. Maksudnya sudah tidak lagi diganggu dari perwasitan," lanjutnya.

Vigit juga mengatakan bahwa dirinya menghubungi oknum PSSI pada musim 2018. Namun dalam pertemuannya itu tidak ada nominal uang dalam jumlah yang besar.

"Pada kompetisi Liga 2 tidak ada uang besar sama sekali," tegas dia.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

Vigit mengaku menyetor sebesar Rp 25 juta untuk mengamankan tim yang dikelolanya dari gangguan wasit. Meski mengaku menyuap oknum PSSI, Vigit menampik jika dirinya terlibat dalam pengaturan skor.

"Uang itu hanya untuk memberikan kontribusi dari tekanan yang diberikan oleh beberapa pihak di PSSI. Jadi kami berikan uang itu untuk menjamin agar kami tidak dikerjai. Kami tidak pernah melakukan pengaturan skor sama sekali," ucap dia.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.