Kamis, 18 Jun 2026 01:50 WIB

Menantu Didorong PD Jadi Penerus Risma, Soekarwo Tidak Mau Ikut Campur

Gubernur Jawa Timur Soekarwo
Gubernur Jawa Timur Soekarwo

jatimnow.com - Jika akhirnya harus maju di Pilwali Surabaya, maka  Bayu Airlangga  diingatkan harus mandiri. Sang mertua, Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga tidak mau ikut campur.

Nama Bayu disebut-sebut disiapkan Partai Demokrat (PD) untuk Pilwali Surabaya 2020 meneruskan Tri Rismaharini untuk periode 2021-2026.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Bahkan Partai Demokrat sudah memberi lampu hijau kepada Ketua Muda Mudi Demokrat yang kini caleg DPRD Provinsi Jatim dari Dapil XI ini.

"Mas Bayu harus siap jika diminta partai untuk maju karena panggilan tugas untuk rakyat," ujar Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Antara di Surabaya, Rabu (23/1/2019) malam.

Sebagai kader, lanjut AHY, tak ada kata tidak siap untuk partai, sehingga harus berbuat yang terbaik bagi rakyat di manapun posisinya.

Kendati demikian, AHY menegaskan masih konsentrasi memenangkan Demokrat di Pemilu Legislatif yang digelar 17 April 2019.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Demokrat pasti mempersiapkan kader terbaik untuk Pilkada (Pilwali) Surabaya dan dibahas khusus setelah April. Yang pasti, terus persiapkan diri karena tidak tahu kapan mendapat panggilan tugas dari rakyat," tegasnya.

Sang mertua, Soekarwo yang akan pensiun sebagai gubernur Jatim pada pertengahan Februari ini mengaku tak mau ikut campur.

Ditemui usai menghadiri silaturahmi bersama Gubernur Jawa Timur bersama pejabat dan staf badan pendapatan daerah Provinsi Jatim, Rabu (23/1/2019), Soekarwo menyebut bahwa menantunya tersebut konsentrasi Pileg 2019.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

"Ndak ndak itu urusannya, anak muda lah, tapi dia fokus pencalonan DPRD provinsi di dapil 11," ujar Soekarwo.

Meski begitu, muncul sinyal dari Soekarwo. Ada kesan bila sang menantu maju Pilwali Surabaya maka risikonya harus bersikap mandiri, alias tidak ngrepoti.

"Saya pun dulunya mencalonkan (gubernur) ngurus-ngurus sendiri, ndak ada yang bantu. Cari-cari sendiri, cari stiker-stiker sendiri," pungkas Soekarwo.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.