Selasa, 16 Jun 2026 10:19 WIB

Mantan Kajati Jatim Bicara Soal Filosofi Catur dan Korupsi

Maruli Hutagalung saat melihat dua bocah bertanding catur
Maruli Hutagalung saat melihat dua bocah bertanding catur

jatimnow.com - Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung menghadiri kompetisi catur yang diselenggarakan oleh Komunitas Catur Surabaya-Sidoarjo, Minggu (20/1/2019).

Kompetisi yang bertajuk 'Open Rapid Chess Tournament G25 Surabaya-Sidoarjo' itu digelar di Atrium GOR Delta Sidoarjo, Sabtu-Minggu (19-20/1/2019).

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Turnamen itu disambut luar biasa oleh penggemar dan atlet-atlet muda. Pertandingan ini diikuti 247 peserta dari Sidoarjo dan Surabaya. Sebanyak 163 peserta bertanding di kelas terbuka, yunior U16 sebanyak 32 peserta, dan U12 diikuti 52 peserta.

"Saya terharu dan bangga. Banyak adik-adik pemain catur yang jago-jago. Bahkan sampai ada peserta yang pakai dingklik (bangku) di atas kursi agar bisa lihat meja. Semoga turnamen ini melahirkan atlet-atlet baru yang mampu menggeliatkan olahraga catur dan mengharumkan nama daerah serta bangsa," ujar Maruli saat penutupan turnamen.

Maruli yang menyandang gelar FIDE Master dari Federasi Catur Internasional (Fédération Internationale des Échecs) mengatakan, catur memiliki banyak filosofi, seperti kecermatan dalam melangkah yang diterapkannya selama 38 tahun mengabdi di kejaksaan.

"Dalam permainan catur, setiap langkah berharga menentukan langkah berikutnya. Perlu ketelitian. Itu saya terapkan, sehingga pengusutan kasus-kasus korupsi tidak mandek karena kita dalami betul secara seksama," tegas Maruli yang berulang kali mengantarkan unit kejaksaan yang dipimpinnya menjadi kejaksaan terbaik se-Indonesia dalam pemberantasan korupsi.

Maruli juga banyak terinspirasi dari permainan catur, seperti perjuangan tanpa kenal lelah.

"Setiap bidak catur dilarang keluar dari arena permainan sebelum ajal menjemput. Demikian pula hidup ini, kita harus terus berjuang dan berbuat baik sampai Tuhan memanggil kita," ujarnya.

Baca Juga: Jejak Literasi ke Aksi, Refleksi Kepemimpinan Perempuan Dini Rahmania

Di depan ratusan peserta, Maruli mengisahkan petualangannya mengikuti berbagai turnamen catur untuk mendapatkan nafkah. Maruli memulai karirnya di kejaksaan dari tingkat bawah, yaitu bagian tata usaha golongan 1B di NTT. Sehingga penghasilannya belum seberapa.

"Tapi saya tidak mau aneh-aneh. Saya cari tambahan penghasilan dari main catur. Ikut main di kampung, kadang ikut pertandingan Agustus-an menyemarakkan kemerdekaan. Hadiahnya lumayan untuk tambahan kebutuhan rumah tangga," ujar Maruli.

Kebiasaan ikut turnamen terus berlangsung saat Maruli pindah tugas ke berbagai daerah.

"Yang lumayan adalah saat pertandingan dapat konsumsi makan, itu kadang saya bawa pulang untuk anak-istri. Kalau ingat masa susah itu saya sering berkaca-kaca," imbuh Maruli yang telah memenjarakan ratusan koruptor semasa di kejaksaan.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Dari mengikuti pertandingan kampung itulah, bakat catur Maruli terasah hingga dia aktif menjajal berbagai turnamen nasional dan internasional. Maruli pun meraih gelar internasional FIDE Master.

"Untuk menggeliatkan catur, saya aktif menggelar turnamen. Dulu pas di Kejati Jatim, saya bikin turnamen internasional berhadiah Piala Jaksa Agung dan uang pembinaan," ujarnya.

Ke depan, Maruli ingin terus mendorong pengembangan catur terlebih untuk generasi muda.

"Saya senang kini banyak anak ikut belajar dan kursus catur. Belajar di Youtube juga mudah. Dulu saya belajar dari warung ke warung. Saya ingin catur terus berkembang, tidak hanya untuk prestasi, tapi juga menstimulan kemampuan berpikir anak," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.