Sabtu, 20 Jun 2026 03:32 WIB

BPBD Tegur Kontraktor Penyebab Tiga Desa di Blitar Terendam Banjir

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 19 Jan 2019 09:52 WIB
Banjir yang menggenangi tiga desa di kecamatan Sutojayan Blitar
Banjir yang menggenangi tiga desa di kecamatan Sutojayan Blitar

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengaku penyebab banjir di Kecamatan Sutojayan pada Kamis (17/1) malam akibat aliran Kali Unut yang tersumbat.

Diketahui, meluapnya Kali Unut ke pemukiman warga akibat tumpukan material normalisasi kali. Kepada jatimnow.com, pihaknya mengaku telah menegur kontraktor normalisasi kali yang dianggap teledor.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Ya walaupun itu bukan ranah saya, BPBD, tapi kedaruratannya saya berhak untuk itu. Tapi kemarin sudah beres sehingga sekarang Alhamdulillah sudah surut," kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Heru Irawan, Sabtu (19/01/2019).

Tiga desa yang terendam banjir yakni di Kelurahan Sutojayan, Gondanglegi, dan Bacem. Pantauan BPBD, ada dua titik sumbatan yang membuat air Kali Unut meluap dan menggenangi rumah warga.

"Yang tersumbat ada di Pondok Sutojayan dan di bawah jembatan Glodok. Posisinya agak ke timur. Ini sudah dikeruk dan dibuatkan tanggul sementara untuk mencegah kalau hujan lagi biar air tidak naik," ungkap Heru.

Kali Unut merupakan salah satu proyek pemerintah untuk menanggulangi permasalahan banjir yang sebelumnya sering melanda Sutojayan ketika musim hujan tiba.

Pantauan di lokasi, banjir yang menggenangi tiga desa di kecamatan Sutojayan sudah surut setelah pada Kamis (17/01) lalu meredam pemukiman warga.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Warga juga sudah terlihat melakukan aktivitas seperti biasanya.

Seperti diberitakan, hujan lebat yang mengguyur wilayah Blitar membuat air di Kali Unut yang berada di Kelurahan/ Kecamatan Sutojayan meluap. Hal ini mengakibatkan rumah warga di tiga desa terendam banjir.

Hujan dengan intensitas tinggi membuat air sungai meluap dengan cepat dan memasuki pemukiman penduduk. Lingkungan Gondanglegi menjadi wilayah dengan volume air lebih tinggi bila dibandingkan wilayah lainnya karena tanah ditempat itu relatif lebih rendah.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.