Jumat, 19 Jun 2026 12:21 WIB

Namanya Masuk Bursa Penerus Risma, MA: Saya Fokus Pilpres 2019

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Selasa, 15 Jan 2019 20:51 WIB
Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (MA)
Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (MA)

jatimnow.com - Nama Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (MA), masuk dalam Surabaya Survey Center (SSC) dan memiliki popularitas 19 persen sebagai calon Wali Kota Surabaya.

Dari 1000 responden, popularitas MA mencapai 19 persen. Disusul Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur  Halim Iskandar dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari sebanyak 18,8 persen.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Saya tidak berharap. Saya juga nggak ngapa-ngapain (tidak melakukan sosialisasi cawali). Saya fokus Pilpres 2019 memenangkan Pak Jokowi - KH Ma'ruf Amin," kata MA kepada wartawan di sela Rapat Koordinasi dengan pimpinan 9 partai politik Koalisi Indonesia Kerja di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (15/1/2019).

Ia mengatakan, siapa pun bisa menjadi Wali Kota Surabaya, asalkan memiliki pemikiran untuk membangun Kota Pahlawan. Mantan Kapolda Jawa Timur ini pun memiliki pesan bagi calon penerus Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya.

"Siapapun boleh saja (menjadi Wali Kota Surabaya). Asalkan mau menata dan membangun Kota Surabaya," tutur Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut.

Menurutnya, kepemimpinan Wali Kota Risma cukup berhasil. Karena banyak prestasi dan penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

"Pembangunan di bidang kebersihan dan lingkungan oleh Bu Risma sudah bagus dan mengalami perubahan sangat pesat. Juga banyak taman-taman," ujarnya.

Purnawirawan polisi bintang dua asal Ketintang, Surabaya ini memiliki pesan bagi siapa saja penerus Wali Kota Risma. Katanya, Surabaya sebagai kota terbesar nomor dua di Indonesia. Namun, belum mampu mengatasi kemacetan.

"Ke depan, perlu dipertimbangkan adalah kemacetan lalu lintas. Jawabannya adalah, dengan membangun MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Lintas Rel Terpadu). Masak kalah dengan Palembang," katanya.

Menurutnya, bukan hanya sarana jalan di Surabaya saja. Tapi bagaimana jalan terintegrasi dengan daerah penyangga lainnya seperti Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, Bangkalan.

"Sarana jalan terkoneksi dengan daerah-daerah penyangga. Mudah-mudahan Gubernur Jawa Timur terpilih nantinya dapat bersinergi dengan Wali Kota Surabaya untuk membangun Jawa Timur dan Surabaya," terangnya.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

Selain persoalan infrastruktur transportasi, MA juga berpesan yakni, bagaimana Kota Surabaya miliki sarana olahraga yang berskala internasional. Memiliki convention hall yang juga berkelas internasional.

"Coba, apakah ada stadion yang berkelas internasional. Saya keliling di Jawa Timur ketika menjadi Kapolda Jatim. Saya sering naik heli mendarat di stadion-stadion, dan nggak ada yang bagus," katanya.

Ia berharap, di Kota Surabaya memiliki sarana dan prasarana olah raga, untuk kegiatan level internasional.

"Reklamasi bukanlah kenaifan. Sekarang tanah di pinggiran kota sudah diambil (dibeli) oleh pengusaha-pengusaha," katanya.

"Kawasan olah raga harus memiliki lingkungan sendiri dan bebas dari (tempat pembuangan akhir sampah). Tidak terlalu dekat dengan jalan raya," ujarnya.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Menurutnya, Surabaya harus dapat menyelenggarakan kegiatan yang berskala internasional dan besar.

"Kalau ada kegiatan skala besar dan internasional pasti berdampak pada meningkatnya okupansi hotel. Produk-produk UMKM, UKM warga Surabaya juga dibeli dan dikenal masyarakat internasional. Nantinya pasti berdampak pada perputaran roda perekonomian," jelasnya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.