Selasa, 16 Jun 2026 08:51 WIB

Keren! 86 Pebatik Banyuwangi Diakui Dunia Setelah Lulus Sertifikasi

  • Penulis :
  • | Senin, 26 Mar 2018 18:10 WIB
Pebatik Banyuwangi saat mengikuti sertifikasi kompetensi
Pebatik Banyuwangi saat mengikuti sertifikasi kompetensi

jatimnow.com –  Sebanyak 86 pebatik lokal di Bumi Blambangan berhasil lulus sertifikasi kompetensi profesi batik. Hal ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan kualitas pembatik dan produk yang dihasilkannya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, adanya sertifikasi kompetensi berarti para pembatik lokal mendapatkan pengakuan atas keahlian mereka baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

Sertifikasi ini dikeluarkan langsung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI yang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik dan Pemkab Banyuwangi.

"Dengan mengikuti uji kompetensi ini pembatik didorong meningkatkan kualitas karya batiknya. Mereka bukan hanya bisa bersaing dengan sesama pebatik tulis di tanah air, tetapi karyanya juga layak untuk ekspor," jelas Anas, Senin (26/3/2018).

Bupati Anas menambahkan, pihaknya akan terus mendorong perkembangan batik yang berkembang di daerah. Salah satunya dengan mengikutsertakan dalam Banyuwangi Batik Festival yang telah digelar dalam 5 tahun terakhir ini.

"Batik festival ini kami gelar untuk memicu kreativitas para pembatik. Setelah lima tahun digelar, UMKM batik akhirnya tumbuh berkembang di Banyuwangi. Sertifikasi ini melengkapi upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pembatik," imbuh Anas.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ketut Kencana mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Bekraf RI dan LSP Batik untuk mengadakan uji kompetensi profesi batik.

Penilaiannya juga mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) profesi batik tahun 2013.

"Uji kompetensi yang digelar awal Maret lalu ini diikuti 100 pebatik lokal. Hasilnya 86 pebatik kita telah memenuhi penilaian kriteria dan berhasil memperoleh sertifikat kompetensi profesi," kata Ketut.

Secara terpisah, Manajer LSP Batik, Roda Syamwil mengatakan, uji kompetensi ini seluruh pembatik mengikuti sejumlah tahapan penilaian, mulai dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang di lakukan dengan wawancara dan praktek langsung.

Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026

Penilaian dilakukan oleh 10 asesor yang telah berpengalaman dan juga merupakan praktisi batik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami benar-benar teliti dalam mengeluarkan rekomendasi kompeten atau belum kompeten karena sertifikat ini adalah pengakuan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” kata Rodia yang juga Kepala Program Studi Pendidikan Vokasi Universitas Negeri Semarang.

Rodia mengaku mendapatkan pengalaman yang mengesankan saat proses penilaian di Banyuwangi. Menurutnya, hampir semua pembatik memiliki pengetahuan yang luar biasa terhadap jenis-jenis motif batik daerah.

"Disini sangat potensial, karena para pembatik sangat paham dengan karakteristik batik daerah. Setiap saya tanya motif tertentu asal Banyuwangi, mereka menjawabnya dengan cepat dan tepat. Mulai Gajah Uling, Kopi Pecah, Kangkung Setingkes, bahkan juga tahu filosofinya masing-masing,” kata dia.

Hal ini tentu sangat menggembirakan, karena praktek di daerah lain sering ditemukan pebatik yang sangat terampil tapi kurang memahami filosofi motif batik yang mereka kerjakan. “Di Banyuwangi beda, mereka paham filosofinya,” pungkasnya.

Baca Juga: Rayakan Sumpah Pemuda 2025, Mahasiswa Surabaya Ciptakan Motif Batik dengan AI

 

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.