Jumat, 19 Jun 2026 09:45 WIB

Tak Terasa, Warga Lamongan ini Jualan Cekikrek Sudah 25 Tahun

jatimnow.com - Di era modern saat ini, berbagai aspek kehidupan sudah berubah, termasuk mainan anak-anak yang kian mewabah game online.

Namun, siapa sangka masih ada orang yang melestarikan mainan tradisional seperti Cekikrek (jaran-jaranan).

Baca Juga: Mendikdasmen Pantau TKA Hari Kedua di Surabaya

Lampit (53), pria asal Lamongan ini lah orangnya. Ia berjualan mainan tradisional yang disebutnya dengan nama Cekikrek (jaran-jaranan). Cekikrek adalah mainan yang terbuat dari daun lontar yang dibentuk menyerupai seperti kuda dan memiliki roda.

Lampit mengaku berjualan mainan tradisional ini sudah sekitar 25 tahun. Biasanya, ia naik sepeda onthel keliling Surabaya untuk menjajakan mainan buatannya itu.

"Saya jualan ini sudah sekitar 25 tahun, naik onthel ini keliling seluruh Surabaya jualan mainan, pernah juga jualan sampai ke Jawa Barat. Ke Semarang, Cirebon, Bandung, sama Jogja," kata Lampit ditemui jatimnow.com saat menjajakan mainannya, Senin (26/3/2018).

Lampit mengatakan mainan tersebut ia buat sendiri sebagian dan sebagiannya lagi membelinya dari tetangganya yang ada di desa, setiap 2 minggu sekali Lampit berjualan.

Baca Juga: Cuaca Jatim Hari Ini, Hujan Petir Mengancam 12 Daerah

"Ada yang bikin sendiri, sebagian ada yang kulak dari tetangga saya yang juga buat mainan kayak gini di desa saya Lamongan, jadi setiap 2 minggu sekali saya balik seusai bertani di desa," ujarnya.

Ia mengaku berjualan mainan itu sudah turun temurun dari kakeknya, dan ia ingin melestarikan mainan tradisional tersebut. Meskipun penghasilan yang ia peroleh hanya berkisar antara Rp 50-100 ribu per hari.

"Jualan kayak gini gak pasti dapatnya, lakunya 20-50 buah perhari, 1 mainan dihargai Rp 5 ribu, kadang kalau ada yang nawar tiga Rp 10 ribu, ya saya kasih. Karena biaya yang murah dan dijual dapat hasil yang lumayan, kalau tidak laku tidak khawatir karena tidak bisa busuk," pungkasnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Surabaya Aman dan Kondusif

 

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.