Senin, 15 Jun 2026 20:13 WIB

Pro Kontra Penutupan Rumah Karaoke Striptis di Kota Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 07 Jan 2019 13:03 WIB
Demo yang dilakukan karyawan rumah karaoke MB
Demo yang dilakukan karyawan rumah karaoke MB

jatimnow.com - Penutupan Rumah Karaoke Maxi Brillian (MB) oleh Pemkot Blitar menuai pro dan kontra. Rumah Karaoke MB sendiri pernah digerebek oleh polisi karena ada pertunjukan tarian striptis.

Dalam demo yang dilakukan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam mendatangi Kantor Wali Kota Blitar, Senin (07/01/2019). Bahkan dalam aksinya, mereka mendesak pemerintah menutup seluruh tempat karaoke yang ada di Kota Blitar.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Dalam hal ini kami tegas meminta pemerintah untuk menutup seluruh tempat karaoke sambil dibentuk regulasi," ujar Ketua Forum Ormas Islam Kota Blitar, Akbar Harir.

Menurutnya, bila Pemkot Blitar belum mengeluarkan regulasi yang tegas maka rumah karaoke harus ditutup selamanya. Ormas Islam mengancam akan turun tangan bila Pemkot Blitar tidak segera mengambil langkah tegas. Karena disinyalir, rumah karaoke merupakan lahan prostitusi terselubung.

"Kami sudah tidak sabar karena kemaksiatan di Kota Blitar berjalan lancar dan dibekingi oleh preman dan lawyer. Apabila tidak ditutup, Pemkot Blitar harus bertanggung jawab pada kami bila kami nantinya akan menutup sendiri," ujarnya.

Sementara itu di lokasi yang berbeda, puluhan massa dan karyawan rumah karaoke MB juga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Blitar. Mereka menyebut rekomendasi DPRD kepada Pemkot Blitar dinilai sepihak.

Kuasa hukum Maxi Brillian, Supriarno mengatakan Rekomendasi dari DPRD dan surat keputusan dari Pemkot Blitar melanggar hukum dan melanggar tatanan Pancasila.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Tatanan Pancasila sudah diobrak-abrik oleh mereka (DPRD dan Pemkot Blitar). Pemerintah tidak berkhidmad kebijaksanaan. Harusnya kalau Pemkot mendapat informasi dari satu pihak, pihak yang lain juga harus dihadirkan supaya berkhidmad mengambil kebijakan," ujar Supriarno.

Terkait dua aksi demo yang digelar bersamaan ini, Pemkot Blitar telah mengambil kebijakan baru. Sembilan tempat karaoke yang ada di Kota Blitar akan ditutup selama tiga hari kedepan.

"Dalam waktu tiga hari kedepan, akan kita tutup seluruh karaoke yang ada di Kota Blitar dan nanti akan kita evaluasi adakah pelanggaran yang dilakukan. Ini dalam rangka menjaga kondusifitas di Kota Blitar," terang Santoso Wakil Wali Kota Blitar.

 

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.