Senin, 08 Jun 2026 08:01 WIB

Masyarakat Banyuwangi Dilatih Sigap Hadapi Bencana Tsunami

Simulasi penanganan bencana tsunami dilakukan di Pantai Mustika, Desa Pancer, Kabupaten Banyuwangi
Simulasi penanganan bencana tsunami dilakukan di Pantai Mustika, Desa Pancer, Kabupaten Banyuwangi

jatimnow.com - Simulasi penanganan bencana tsunami dilakukan di Pantai Mustika, Desa Pancer, Kabupaten Banyuwangi, dan langsung dipimpin oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Lucky Hermawan, Sabtu (5/1/2019).

Pancer merupakan desa paling ujung selatan Banyuwangi dan pada 3 Juni 1994, kawasan ini luluh lantak diterjang tsunami yang menelan korban nyawa lebih dari 200 jiwa.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Dalam kegiatan simulasi penanganan bencana tsunami, juga melibatkan Polres Jajaran yang bersinggungan langsung dengan kawasan laut selatan Pulau Jawa. Simulasi tersebut diikuti lebih dari 300 personel dari berbagai elemen.

Selain Polres Banyuwangi, juga dari Polres Jember, Situbondo, Pasuruan, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Pacitan, dan Trenggalek serta TNI. Kegiatan ini juga melibatkan BPBD Jatim, Basarnas, Sencom, dan masyarakat yang tinggal di Dusun Pancer.

"Kegiatan simulasi ini sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat serta masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami. Kami mengingatkan lagi kepada masyarakat Jawa Timur, khususnya di daerah-daerah yang rawan tsunami," kata Irjen Pol Luki.

Menurut Jenderal berbintang dua tersebut, dengan simulasi penanganan bencana tsunami ini, akan melatih satuan-satuan dalam penanggulangan bencana.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Nantinya, simulasi penanganan bencana tsunami juga akan dilaksanakan di delapan kabupaten lainnya di Jawa Timur yang memiliki garis pantai Laut Selatan Jawa.

"Kita berharap dari kegiatan ini bisa bersinergi dengan BPBD, Basarnas dan yang lainnya dalam menangani kebencanaan," ujarnya.

Baca Juga: Arus Balik di Jatim Naik 18 Persen, Kapolda Tegaskan Personel Tetap Siaga

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, simulasi penanggulangan bencana tsunami ini penting disosialisasikan. 
 
"Peningkatan kesigapan ini penting untuk dikampanyekan kepada masyarakat. Di tengah tingkat kunjungan wisata yang cukup tinggi di kawasan pantai ini, jadi harus tersampaikan dengan baik," kata Anas.
 
Pemkab Banyuwangi sendiri telah menyiapkan infrastruktur terkait kebencanaan, seperti tempat evakuasi, dan rambu-rambu penunjuk jalur evakuasi.
 
"Tentunya kita tidak mengharapkan. Tapi, kita telah melakukan antisipasi dengan berbagai teknologi dan upaya yang ada," paparnya.
 
Haryono (50), salah seorang warga yang mengikuti simulasi mengungkap rasa syukur atas kegiatan tersebut. Menurutnya, ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
 
"Pada tsunami 1994, saya salah seorang korbannya. Dulu tidak pernah ada simulasi, jadi warga tidak ada yang memiliki wawasan seperti ini. Jadi, ini penting untuk melatih masyarakat," kata Haryono.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.