Rabu, 10 Jun 2026 08:01 WIB

Difitnah PKI, Jokowi: Yang Jelas Kami Muslim

Presiden Jokowi mengklarifikasi bahwa dirinya PKI adalah hoax dan fitnah disela membagian sertipikat tanah di Ponorogo
Presiden Jokowi mengklarifikasi bahwa dirinya PKI adalah hoax dan fitnah disela membagian sertipikat tanah di Ponorogo

jatimnow.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal fitnah bahwa dirinya PKI. Jokowi mengklarifikasi setelah menahan diri selama fitnah itu berhembus 4 tahun.

"Banyak yang menyebut saya PKI. Selama 4 tahun saya menahan diri. Sabar, sabar dan sabar. Saya hanya diam," ungkap Jokowi di sela pembagian sertipikat tanah untuk warga di Alun-alun Ponorogo, Jumat (4/1/2019).

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Jokowi memaparkan, PKI bubar pada tahun 1965/1966. Sedangkan dirinya lahir pada tahun 1961. "Berarti umur saya 4 tahun. Opo yo edan (apa ya gila), PKI balita," tambahnya.

Lanjutnya, atas fitnah itu, dari berbagai survei, 9 juta orang justru percaya. "Saya juga heran. Padahal bisa diklasifikasikan loh itu," sambung Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, klarifikasi bisa dari segala hal, misalnya yang dituduh PKI kakek, nenek maupun orang uanya.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Kan bisa dicek di rumah saya, orang tua, kakek dan nenek di Solo. Apakah ada indikasi PKI. Yang jelas kami muslim," tegas Jokowi.

Di Ponorogo, Jokowi juga mengklarifikasi foto yang beredar. Foto tersebut mempertontonkan Jokowi disandingkan dengan Pimpinan PKI DN Aidit. "Itu foto diambil 1955. Saya kan belum lahir," ulasnya.

Atas kabar hoax itu, Jokowi berpesan agar masyarakat lebih cerdas. Sebab Indonesia dianuegrahi banyak keragaman berupa 714 suku di 34 provinsi.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

"Saya titip merawat persatuan, menjaga persatuan, kerukunan. Jangan sampai urusan pilkada, Gubernur, Presiden menjadi tidak rukun. Terpecah belah hoax," tandasnya.

Ia juga berpesan, urusan pemilu hanya 5 tahun sekali. Tapi masyarakat jangan sampai bermusuhan antar tetangga yang setiap hari bertemu. "Ini tahun politik. Jangan termakan hoax," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.