Jumat, 19 Jun 2026 08:59 WIB

Presiden Jokowi Bagikan 213 Sertipikat Tanah Wakaf di Ponorogo

Foto: Suasana pembagian sertipikat tanah di Ponorogo/Mita Kusuma
Foto: Suasana pembagian sertipikat tanah di Ponorogo/Mita Kusuma

jatimnow.com -Presiden Joko Widodo menyerahkan 213 sertipikat tanah wakaf kepada para pengurusnya di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (4/1/2019). 

Acara penyerahan sertipikat tanah wakaf itu berlangsung di Masjid Ar Rahmah, Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo.  Sertipikat tanah wakaf itu diserahkan secara simbolis kepada pengurus sejumlah masjid, pondok pesantren, mushala dan tempat umum di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Hadir dalam acara itu Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hasimuljono, Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

"Mengapa sertipikat tanah wakaf baik untuk pondok, surau atau mushala, masjid kita berikan," tanya Presiden Jokowi.

Jokowi mengatakan setiap dirinya turun ke bawah ke desa, kampung, masuk ke masjid, banyak yang kasih informasi tentang sengketa lahan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Makanya kita percepat pengurusan sertipikat tanah dan pemerintah menyiapkan dana dari APBN untuk mengurusnya, artinya tidak dipungut biaya di Kantor BPN," katanya.

Presiden menceritakan kasus pembangunan masjid di atas tanah wakaf di Jakarta yang letaknya di tengah kota. Awalnya, cerita Jokowi, tidak ada masalah.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Namun ketika kawasan itu berkembang hingga harga tanah mencapai Rp120 juta per meter persegi, ahli waris mulai mengotak atik tanah wakaf itu. Ia menyebutkan masalah itu tidak hanya terjadi di Jakarta tapi juga di daerah lain.

"Ketika yang mewakafkan masih hidup, ahli waris tidak mempermasalahkan tapi ketika sudah meninggal dan jatuh miskin, mereka mulai mempermasalahkan, sehingga perlu sertipikat tanah wakaf untuk mencegah sengketa tanah," katanya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.