Sabtu, 20 Jun 2026 20:11 WIB

Catat! Aturan Baru di Gunung Ijen, Pengunjung Wajib Tahu

Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ijen/Foto: Dok. Budi Sugiharto/jatimnow.com
Wisatawan menikmati pemandangan Kawah Ijen/Foto: Dok. Budi Sugiharto/jatimnow.com

jatimnow.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengeluarkan kebijakan baru bagi wisatawan Gunung Ijen. Yakni, penutupan jalur pendakian setiap hari Jum'at pertama. Kebijakan ini diberlakukan mulai awal tahun 2019.

Hal itu, ditegaskan oleh Kepala BKSDA Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Sumpena, selaku pengelola kawasan yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia. Selain Taman Nasional (TN) Alas Purwo Banyuwangi.

"Penutupan sehari setiap bulan itu supaya alam di Gunung Ijen bisa melakukan recovery. Sehingga minimal satu bulan sekali ekosistem di kawasan Ijen beristirahat," terang Sumpena, (27/12/2018).

Penutupan tersebut, juga diberlakukan bagi penambang belerang di Kawah Gunung Ijen. Sebab, semenjak di buka sebagai pertambangan belerang dan destinasi wisata, Gunung Ijen, tidak pernah ditutup. Kecuali dalam kondisi tertentu.

"Penutupan ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem yang ada di kawasan Gunung Ijen," kata Kepala BKSDA Wilayah V Jawa Timur, Sumpena, Senin (27/12/2018).

Dengan demikian, lanjut Sumpena, pada minggu pertama setiap hari Jum'at ditiap bulannya, wisatawan dan penambang belerang dilarang beraktivitas di kawasan Gunung Ijen selama 24 jam penuh.

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penerobos, pihaknya akan menempatkan petugas di setiap pos. Baik di pintu masuk Paltuding Ijen maupun di pos puncak.

Pertimbangan penutupan lainnya, tambah Sumpena, karena Gunung Ijen setiap harinya dikunjungi sekitar seribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Bersamaan dengan penutupan rutin tersebut, pihaknya berencana melakukan perawatan jalur pendakian, pembersihan sampah, serta pemulihan ekosistem kawasan hutan.

"Dengan penutupan seperti itu setiap, wisata alam Gunung Ijen ini bisa lebih terjaga dan nyaman dikunjungi," sebutnya.

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.