Jumat, 19 Jun 2026 16:31 WIB

Titarizky, Dalang Cilik Zaman Now yang Tak Terpengaruh Korean Style

Titarizky Nandriati, dalang cilik zaman now saat mengikuti lomba yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surabaya
Titarizky Nandriati, dalang cilik zaman now saat mengikuti lomba yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surabaya

jatimnow.com - Bumingnya Korean style, tak akan mememudarkan kecintaan warga Indonesia akan kemurnian dan kearifan budaya lokal.

Salah satunya Titarizky Nandriati, dalang cilik zaman now yang berasal dari SMPN 1 Surabaya ini sangat mahir memainkan tokoh wayang di era milenial ini, ia pun terus berkarya.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Bersama para siswa lainnya, ia tengah mengikuti lomba yang digelar Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Sabtu (24/03/2018).

Ia menuturkan, kegemarannya bermain wayang itu muncul sejak dirinya masih duduk di bangku kelas 5 SD dan bergabung dengan sanggar sebagai karawit.

"Ketertarikan saya dengan seni pewayangan bermula saat nenek saya mengenalkan bahasa dan budaya jawa. Dari situ, kemudian saya belajar sedikit-sedikit tentang pewayangan, terutama peran seorang dalang," tutur Tita disela-sela mengikuti lomba. 

Kecintaan bocah ini terhadap wayang kulit, juga diwujudkan dengan cara mengikuti lomba dalang di berbagai daerah. Karena ingin melatih fisiknya dalam memainkan wayang, gadis berparas imut ini rela mempelajari dialog dalang.  

"Kesulitan saat berlatih menjadi dalang itu adalah ketika belajar Suluk (puisi atau sajak). Kalau hari biasa, saya berlatih suluk seminggu dua kali. Tapi saat lomba, latihan hampir setiap hari setelah jam pelajaran," ujar Tita.

Terpaan budaya asing seperti tontonan drama korea dan game online tidak menyurutkan semangatnya untuk melestarikan budaya lokal bangsa sendiri, yakni dalam dunia perdalangan.

"Dalang dan dunia pewayangan itu sangat unik dan menarik, saya sangat gemar mendalami cerita-cerita pewayangan," tuturnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Kasi Kesenian dan Pendidikan Olahraga Damaris Padmiasih menyampaikan, meskipun Surabaya sebagai salah satu kota modern di Indonesia, namun tetap ikut menjaga potensi budaya lokal. 

"Setiap tahun Pemkot Surabaya melalui Dispendik menggelar lomba dalang yang bertujuan untuk mewujudkan implementasi dari pendidikan karakter, anak harus diajarkan pendidikan karakter sejak dini sehingga ketika mereka menjadi orang yang sukses memiliki budi pekerti yang luhur," ungkap Damaris.

Ia bersyukur, total peserta tiap tahunnya semakin meningkat. "Siswa yang mengikuti  di tahun ini meningkat, yaitu 9 siswa SD dan 5 siswa SMP," urainya. 

Tidak sebatas perlombaan, pemkot juga turut melestarikan budaya wayang mulai tingkat sekolah dasar dengan cara memberikan fasilitas seperangkat pertunjukan wayang mulai alat musik dan peralatan lainnya.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

"Dalam melestarikan budaya pewayangan ini, tak lepas dari dukungan Pemkot Surabaya dalam memfasilitasi sekolah dengan peralatan pewayangan sehingga anak-anak dapat berkarya dan diharapkan menjadi orang yang sukses," pungkasnya.

 

Reporter : Fahrizal Tito

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.