Senin, 15 Jun 2026 14:15 WIB

Bawaslu: 45 Ribu Warga Banyuwangi Terancam Tak Bisa Memilih

Sosialisasi Hasil Pengawasan Data Pemilih dan Kampanye di Kabupaten Banyuwangi.
Sosialisasi Hasil Pengawasan Data Pemilih dan Kampanye di Kabupaten Banyuwangi.

jatimnow.com - Sedikitnya 45 ribu warga di Kabupaten Banyuwangi terancam tidak dapat menggunakan hak politiknya. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim kepada jatimnow.com.

Ia menjelaskan, setiap warga negara Indonesia yang hanya memegang surat keterangan (Suket) kependudukan dipastikan tak dapat menyalurkan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS).

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Karena didalam UU pemilu nomor 7 tahun 2017, untuk mencoblos pada Pemilu 2019 setiap orang yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) diharuskan mempunyai e-KTP.

"Data dari Dispendukcapil ada 45 ribu Suket. Katanya, Januari 2019 sudah menjadi KTP elektronik," kata Hamim usai Sosialisasi Hasil Pengawasan Data Pemilih dan Kampanye di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (21/12/2018).

Berdasarkan hasil pencermatan atau perbaikan DPT ketiga di Kabupaten Banyuwangi terdapat 1.270.802 pemilih. Angka tersebut merupakan hasil revisi proses percermatan kedua yang berjumlah 1.323.840.

Dengan kategori pemilih laki-laki sejumlah 655.470 dan 668.370 pemilih perempuan.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Setelah diteliti ulang, ternyata ada beberapa pemilih yang telah meninggal dunia," papar Hamim.

Dari jumlah tersebut yang masih memegang Suket kependudukan, didominasi pemilih pemula. Untuk itu, pihaknya akan mengupayakan melalui Dispendukcapil menyelesaikan e-KTP.

Hamim juga berharap, bagi warga Banyuwangi mulai calon pemilih pemula ataupun yang belum mempunyai e-KTP, sedianya segera melakukan perekaman.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

"Karena persyaratan untuk menjadi pemilih di Pemilu tahun 2019 selain masuk DPT harus juga mempunyai e-KTP," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.