Jumat, 19 Jun 2026 01:40 WIB

Cerita di Balik Penemuan 16 Kantong Plastik Isi Kerangka Manusia

foto: ilustrasi
foto: ilustrasi

jatimnow.com - Sejumlah pekerja bangunan yang sedang membangun rumah menemukan belasan kantong berisi kerangka manusia yang diduga korban tsunami Aceh yang terjadi 26 Desember 2004.

Kerangka tersebut ditemukan ketika pekerja menggali tanah untuk pembangunan rumah di Gampong Lamseunong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Ogi, pekerja bangunan, mengaku menemukan kerangka korban tsunami dalam bungkusan plastik biru saat menggali tanah di depan sebuah rumah yang sedang dibangun pada Selasa (17/12) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Kemarin, saat menggali di kedalaman setengah meter ditemukan plastik biru. Setelah dibuka plastik biru tersebut berisi tulang manusia," kata Ogi,  Rabu (19/12/2018)..

Setelah mengetahui kerangka manusia, Ogi dan pekerja bangunan lainnya menghubungi perangkat Desa Gampong dan pengurus musala yang berada di dekat pembangunan perumahan tersebut.

Setelah memastikan dalam kantong plastik tersebut kerangka manusia, Ogi dan pekerja bangunan lainnya, diminta menutup galian guna menghindari gangguan binatang seperti anjing.

"Hari ini kami menggali kembali. Setelah digali, ditemukan sekitar 16 kantong berisi kerangka manusia. Kemungkinan, masih banyak lagi kantong berisi kerangka korban tsunami," kata Ogi.

Ogi mengaku sebelumnya mengetahui di lokasi pembangunan rumah yang dikerjakannya ada kuburan korban tsunami.

Baca Juga: Antisipasi Tsunami, Lanal Gorontalo Siapkan Posko dan Layanan Kesehatan

"Sebelum kerangka ini ditemukan, seperti ada tanda-tanda di luar nalar. Bahkan saat menggali, tanah yang digali seperti diarahkan ke tempat titik temuan kantong. Padahal, bukan di tempat itu rencananya titik galian," sebut Ogi.

Abdullah Saleh, warga setempat, mengatakan, kemungkinan di tempat itu kuburan massal korban tsunami Desember 2004. Hal ini bisa dilihat dari susunan kantong-kantong berisi kerangka.

"Kantongnya acak seperti ditumbuk. Selain itu, galian kuburan seperti menggunakan alat berat. Kami tidak tahu ini korban tsunami dikebumikan di tanah ini. Sebab, pascatsunami, kami mengungsi ke Blangbintang," sebut Abdullah Saleh.

Sementara, Safrizal, warga lainnya, meyakini jumlah korban tsunami yang dikebumikan di tempat itu lebih dari belasan kantong. Dan ini bisa dilihat dari bekas galiannya menggunakan alat berat.

"Tidak ada identitas. Selanjutnya, kantong-kantong berisi kerangka korban tsunami ini akan dikubur di tempat lain," kata Safrizal.

Baca Juga: Kabupaten Blitar Diguncang Gempa Magnitudo 4,1

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.