Senin, 15 Jun 2026 06:38 WIB

Gara-gara Membunuh Lalat, Peternak Ayam ini Merugi Puluhan Juta Rupiah

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 15 Des 2018 10:57 WIB
Petugas memeriksa puning-puing sisa kebakaran kandang ayam di Blitar
Petugas memeriksa puning-puing sisa kebakaran kandang ayam di Blitar

jatimnow.com - Gara-gara lalat peternak di Blitar merugi puluhan juta karena kandang ayamnya hangus terbakar. Kejadian ini sempat membuat panir warga Desa Pojok, Garum, Blitar.

Musim hujan seperti sekarang ini membuat populasi lalat meningkat. Akibatnya, lalat sering memenuhi rumah pemilik ayam maupun tetangga sekitar kandang.

Setiap malam, lalat biasanya menggantung di sebuah benda yang ada di dalam kandang. Terkadang jumlah lalat yang menggantung ini membuat risih. Bermaksud membunuh lalat dengan dibakar, justru kandang ayam milik Edy Prasetya yang ikut terbakar.

"Awalnya korban melihat banyak lalat di gantungan air minum ayam. Sepuluh menit kemudian, korban membakar lalat yang berada di gantungan air minum ayam mengunakan kompor gas. Namun tidak sengaja diwaktu pembakaran mengenai plafon kandang ayam yang terbuat dari daduk (daun tebu kering)," kata Kasubag Humas Polres Blitar, Iptu Muhammad Burhanudin, Sabtu (15/12/2018).

Kondisi daun yang kering membuat api dengan cepat membesar dan mulai menghanguskan kandang. Edy kemudian berlari meminta bantuan untuk memadamkan api.

Kobaran api yang semakin membesar membuat Edy panik. Ia kemudian menelepon pemadam kebakaran dan petugas di Mapolsek Garum. Dibantu warga setempat petugas bergotong-royong memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun Edy harus merugi Hingga delapan puluh juta rupiah.

"Setelah petugas datang, tiga puluh menit kemudian api berhasil dipadamkan. Akibat kejadian ini, korban menderita kerugian material senilai Rp 80 Juta," tutup Burhan.



Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.