Selasa, 23 Jun 2026 14:09 WIB

Spanduk Soeharto di Surabaya Dinilai Upaya Galang Pro Orba

jatimnow.com - Spanduk bergambar mantan Presiden Soeharto yang terpasang di Kota Surabaya. Spanduk ini dinilai sebagai salah satu upaya untuk meraih dukungan dari masa orde baru (orba) jelang Pilpres 2019.

Spanduk bertuliskan "Soeharto Pahlawan Negara" terpasang di pertigaan Ngagel. Sedangkan di Kendangsari terpasang spanduk yang berbunyi "Soeharto Bapak Swasembada Pangan".

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Pada kedua spanduk yang didominasi warna biru dan kuning dan terdapat foto Soeharto tersebut terdapat identitas "Laskar Berkarya Jawa Timur".

Baca Juga:

"Mereka berkeinginan untuk menggugah (membangunkan) para saksi masa orba atau mainded orde baru untuk satu baris dengannya," kata Agus Mahfud Fauzi, Ketua Pusat Studi Perubahan Sosial dan Media Baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (10/12/2018).

Menurut tenaga pengajar Pengantar Ilmu Politik Unesa, meskipun masa orba itu kurang lebih 32 tahun telah berlalu, mereka juga akan menghidupkan pola politik orba itu dapat diterapkan di era keterbukaan seperti tahun ini.

"Mereka beranggapan dengan cara menyebar gambar Soeharto dengan tagline enak jamanku toh, jika bisa diterima maka sebuah keuntungan bagi mereka," terang Agus Mahfud mencontohkan.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

Menurutnya, gambar-gambar presiden ke dua RI itu juga dapat memicu massa yang kontra dengan masa orba. Ia menilai, spanduk bergambar Soeharto tersebut juga tak perlu diperdebatkan.

"Ya bisa dikatakan siapa yang nantinya kuat, jika diterima ya kemungkinan bisa berjalan. Namun jika tidak akan menumbuhkan massa tandingan atau kontra," kata Agus.

Sah-sah Saja

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Queen Al Azhar Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang, KH Zahrul Azhar As’ad atau Gus Han turut bicara.

Ia mengatakan bahwa sah-sah saja jika ada yang mengingatkan akan kehebatan dari Soeharto. Namun dia menanyakan apakah masih ada tokoh politik yang sehebat Soeharto dapat memimpin di era keterbukaan saat ini.

"Ya boleh lah seseorang memandang Pak Harto itu berjasa di zamannya. Tapi kembali lagi jika masa itu ada orangnya, dan orang itu juga ada masanya," kata Gus Han yang juga mantan jubir tim pemenangan Khofifah-Emil ini.

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.