Minggu, 14 Jun 2026 10:02 WIB

Polisi: Ayo Anak Muda, Jadilah Pahlawan Pemberantas Hoax

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat menjadi pembicara di Untag Surabaya
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat menjadi pembicara di Untag Surabaya

jatimnow.com - Maraknya penyebaran berita hoax, terus diperangi oleh sejumlah pihak, mulai pemerintah, praktisi pendidikan hingga kepolisian. Sebab dari sejumlah penyebaran konten hoax yang ditemukan, paling banyak dilakukan atas dasar kesengajaan.

Hal itu dikemukakan oleh Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Mulyanto Nugroho dalam Seminar Nasional dan Diskusi Publik bertajuk 'Menjadi Pahlawan Muda Pemberantas Hoax untuk Menjunjung Persatuan dan Kesatuan Bangsa' bersama Staf Kepresidenan dan Polda Jatim, Rabu (5/12/2018).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Nugroho merasa miris karena sejumlah korban berita hoax sendiri merupakan generasi muda. “Bagaimana kita akan memajukan bangsa apabila generasi millenial sendiri sering termakan hoax," ungkapnya.

Menurutnya, adanya berita hoax sendiri dikarenakan kurangnya budaya menyaring berita. “Kita seringkali lupa memeriksa fakta yang ada, sebelum share berita,” imbuhnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, ada sekitar 5.000 lebih akun penyebar SARA, ujian kebencian, dan sejenisnya yang telah diambil alih Polda Jatim.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

“Berita hoax itu tersebar dan kemudian akhirnya menjadi sesuatu yang dipercaya. Kesatuan bangsa bisa hancur karena opini yang mereka buat. Yang disasar adalah generasi muda yang masih belum paham betul mengenai ideologi-ideologi seperti itu,” bebernya.

"Ayo anak muda, jadilah pahlawan pemberantas hoax," seru Barung.

Barung melanjutkan, untuk menghindari berita hoax pihaknya mengingatkan sempat hal berikut, yaitu baca, tanyakan, cek dan pastikan terhadap segala informasi yang dibaca. “Baca informasi secara utuh, lihat lebih detail dan teliti isinya. Tanyakan juga kepada penyebar informasi, konfirmasi dari mana asalnya. Cek juga sumber informasinya, apakah dari media yang kredibel atau tidak. Pastikan melalui search engine, apakah ada informasi yang sama,” ulasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Di tempat yang sama, Agung Rulianto, Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan menjelaskan, dalam memberantas penyebaran berita hoax, pemerintah tidak bisa terlalu jauh campur tangan. Yang bisa dilakukan yakni menjadi regulator agar tidak terjadi konflik di masyarakat. “Misalnya memblokir situs-situs yang isinya provokatif dan memberi informasi kepada masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi,” tutupnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.