Sabtu, 20 Jun 2026 14:10 WIB

Driver Taxi Online Tolak Wacana Sistem Ganjil Genap di Surabaya

Kemacetan di Jalan Pemuda Surabaya (foto: jatimnow.com)
Kemacetan di Jalan Pemuda Surabaya (foto: jatimnow.com)

jatimnow.com - Wacana pemberlakuan Sistem Ganjil Genap (SGG) di Surabaya ditolak oleh sejumlah driver taxi online. Sebab penerapan itu diyakini bakal mengurangi pendapatan para driver secara drastis.

Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur, Daniel Lukas Rorong mengatakan, jika sistem SGG diberlakukan, dipastikan bakal mengurangi pendapatan para driver taksi online hingga 50 persen. Jangka panjangnyaa, justru akan menambah jumlah pengangguran.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami sepakat menolak wacana itu," tegas Daniel, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: 

Selain bakal menurunkan pendapatan para driver taxi online, pemberlakuan sistem SGG itu akan membuat para driver kesulitan membayar angsuran mobilnya tiap bulan.

Wacana sistem ganjil genap di Surabaya itu sendiri dilakukan dengan dalil agar kemacetan di Surabaya bisa dikurangi. Namun menurut Daniel, hal itu (kemacetan) justru membuat tidak berdampak kepada para driver taxi online.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Yang berdampak justru kalau sistem (ganjil genap) itu diterapkan," tegasnya lagi.

Terkait penalian bahwa Surabaya mulai mengalami peningkatan kemacetan, Daniel dengan tegas membantahnya. "Di Surabaya dan Malang itu, macet sih iya. Tapi masih bisa jalan. Jadi gak macet-macet amat," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan bahwa kebijakan sistem ganjil genap untuk kendaraan mobil tiak akan di terapkan di Jawa Timur.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Tidak ada program tentang ganjil genap untuk Jatim, titik. Saya hanya dapat perintah langsung dari menteri perhubungan bahwa Jatim harus lakukan diskusi soal ganjil genap, itu saja" kata Soekarwo, Selasa (4/12/2018) kemarin.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.