Selasa, 16 Jun 2026 11:21 WIB

Wacana Sistem Ganjil Genap di Surabaya, Ini Kata Dishub Jatim

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Fattah Jasin
Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Fattah Jasin

jatimnow.com - Wacana penerapan sistem kendaraan ganjil genap di Surabaya membuat resah masyarakat. Hal ini ditanggapi oleh Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Fatah Jasin.

Menurut Fatah Jasin, sistem kendaraan ganjil genap tersebut masih hanya sebatas wacana saja di Kota Surabaya. Untuk menerapkan masih memerlukan berbagai kajian dan penelitian yang mendalam.

Ia menyebutkan bahwa penerapan ganjil genap perlu dikaji ulang. Seperti pembatasan penjualan mobil, peningkatan pelayanan transportasi umum, dan infrastruktur pendukung.

Baca juga: Surabaya Disarankan Terapkan Sistem Plat Nomor Ganjil Genap, Setuju?

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kalau melihat backdrop workshop ini, seolah-olah minggu depan atau bulan depan bakal diterapkan. Karena memang tulisannya mengandung tendensi. Padahal, sebetulnya masih wacana dan masih perlu dikaji ulang sampai benar-benar komprehensif," kata Fattah, di Hotel Mercure, Surabaya.

Fattah mengatakan, pihaknya belum memiliki inisiatif dan master plan yang siap untuk menerapkan sistem ganjil genap di Jatim. Digelarnya FGD (Focus Group Discussion) hari ini, hanya untuk meneruskan surat perintah atau imbauan dari Menteri Perhubungan.

Selain itu, lanjut Fatah, wacana ini hanya untuk mempersiapkan serta memperkaya alternatif-alternatif solusi bagi Kota Surabaya dan sekitarnya, untuk menghadapi kemacetan yang lebih parah. Apalagi, dua kota besar di Jatim seperti Malang dan Surabaya masuk ke dalam kota termacet di Indonesia.

"Malang menduduki peringkat ketiga, sedangkan Surabaya berada di peringkat sembilan. Sementara jumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat di Jatim, saat ini tercatat mencapai 18 juta kendaraan," ujarnya.

Fattah menegaskan, Kota yang memiliki kemacetan yang tinggi harus ditindak lanjuti dengan kajian. Namun hal tersebut yang berhak mengkaji adalah Kabupaten dan Kota yang bersangkutan dan masyarakatnya yang membutuhkan hak agar tidak macet.

"Kalau provinsi melakukan kajian mungkin. Tapi yang berhak adalah kabupaten dan kota yang bersangkutan dan masyarakatnya yang membutuhkan untuk mendapatkan hak agar tidak macet. Tapi yang jelas masih harus dikaji dan diteliti lebih jauh," pungkasnya.


Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.