Minggu, 14 Jun 2026 23:43 WIB

Hidup Mati Aripin Saat Gas Beracun Keluar dari Kawah Ijen

  • Penulis :
  • | Kamis, 22 Mar 2018 10:01 WIB
Aktivitas penambang belerang di Kawah Ijen/ Foto: Budi Sugiharto/jatimnow.com
Aktivitas penambang belerang di Kawah Ijen/ Foto: Budi Sugiharto/jatimnow.com

jatimnow.com - Di balik kejadian keracunan massal gas beracun yang dialami warga di Kecamatan Ijen, Bondowoso, ada kisah yang mengerikan dari saksi mata letusan di Gunung Ijen.

Adalah Aripin, Petugas Sulfutara Kawah Ijen. Aripin, yang sudah mengabdi selama 28 tahun itu bercerita dengan nada bicara bergetar.

Baca Juga: Di Kaki Gunung Ijen, Kandang Komunal PTPN Tumbuhkan Harapan Baru

Saat kejadian, dia sedang berada di Pos Bunder sekitar pukul 17.00 WIB. Dia merasakan ada tanda-tanda yang tidak biasanya.

"Saya bergegas menuju ke kawah, karena saya mendengar suara gemuruh dari arah kawah. Dan di sana ada teman penambang belerang," katanya memulai cerita, saat dikonfirmasi, Kamis (22/3/2018).

Beberapa menit kemudian Aripin sampai di bibir kawah Ijen. Dia mulai melakukan pengamatan. Sekitar pukul 19.15 WIB ada letupan di kawah atau danau diiringi suara bergemuruh dari sisi timur kawah. Disusul kemudian letupan di tengah-tengah danau.

"Dan tak berapa lama letusan dahsyat ada di sisi barat danau, suaranya dahsyat. Suaranya seperti banjir bandang besar. Letusan mengeluarkan asap putih pekat yang menyelimuti seluruh danau," kenangnya dengan nada bergetar kepada jatimnow.com.

 Asap putih pekat itu membuat matanya perih dan sesak nafas. Disaat bersamaan, ia melihat ada tiga penambang belerang di dasar kawah. Aripin yang saat itu bersama satu rekannya memutuskan untuk menyelamatkan tiga penambang belerang, meski nyawanya juga terancam.

"Saya selamatkan dulu teman penambang belerang, ayo lari lari cepat lari saya perintahkan seperti itu," tambahnya.

Detik-detik menegangkan itu disebutnya diantara hidup dan mati. Bagaimana tidak, Aripin dan rekannya serta tiga penambang belerang menyelamatkan diri melalui jalur yang tidak semestinya. Karena jalur pendakian sudah dikepung asap beracun.

Baca Juga: Kopi Ijen, Syair Rasa dari Ketinggian Jawa Timur

"Saya berlari sekuat tenaga, menghindari asap yang sudah mengepung. Melewati tebing-tebing terjal. Alhamdulillah saya masih diberi selamat dan sampai di Pos Bunder," urainya.

 Menurut Aripin, air di danau atau kawah Ijen sudah meluber meski tidak ada hujan di hari itu. Menurutnya, disaat intensitas terik matahari meningkat menjadi saat yang paling genting.

Karena sinar matahari bisa memicu pergerakan vulkanik. Dan biasanya akan terjadi letupan di kawah disertai asap putih pekat dan hitam.

 "Saya mengabdi 28 tahun di kawah Ijen, sampai hafal karakter Ijen. Dan juga membedakan mana asap yang beracun dan tidak," katanya.

Letusan di Kawah Ijen yang mengeluarkan asap beracun mulai mereda sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (22/3/2018). Saat dihubungi lewat telepon selulernya, Aripin mengaku sedang berada di puncak gunung Ijen untuk kembali bertugas.

Baca Juga: Kemenpar Dorong Penerbangan Rute China - Banyuwangi

 "Saya sekarang di puncak Ijen, sedang lakukan pengamatan. Gas beracun yang tadi malam meninggalkan bekas yang luar biasa. Residu gas beracun mengkristal di bebatuan sepanjang jalur pendakian dan menutup permukaan danau," tutupnya.

Gas beracun yang terjadi Rabu (21/3) malam tersebut juga berdampak kepada warga di perkampungan yang tinggal di lereng Gunung Ijen yaitu Dusun Margahayu, Watu Capil dan Curah Macan, Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso. 200 orang diungsikan.

Dari 30 orang yang terdampak itu 2 Orang dirujuk di RS Bondowoso dan 24 dirawat di puskesmas Kecamatan Ijen dan sisanya dirawat di Kecamatan Tlogosari.

Reporter: Irul Hamdani
Editor: Budi Sugiharto

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.