Kamis, 18 Jun 2026 06:49 WIB

Ditempati Relokasi Pedagang Mastrip, Warga Gelar Aksi Penolakan

  • Penulis : CF Glorian
  • | Kamis, 29 Nov 2018 15:50 WIB
Salah satu bannaer penolakan warga
Salah satu bannaer penolakan warga

jatimnow.com - Sejumlah banner penolakan sebagai tempat relokasi pedagang Mastrip terpasang pagar tepi trotoar yang ada di Kelurahan Kepanjelor, Kota Blitar.

Warga yang tepat berada di timur Stadion Soeprijadi di Jln. Dr. Wahidin menyatakan penolakannya pada pemerintah.

Kepada jatimnow.com, warga mengaku penolakan ini terjadi karena para warga tak ingin trotoar disalahgunakan.

Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima di lingkungan mereka dinilai mengganggu keindahan meskipun, lahan ini sebelumnya digunakan untuk relokasi pedagang Pasar Pon.

"Ya begitu mas. Nah, kalau dulu, relokasinya memang sementara sambil menunggu Pasar Pon dibangun. Kalau sekarang kami ndak mau selamanya di depan (rumah) kami ada PKL," ujar warga yang namanya tak ingin ditulis itu, Kamis (29/11/2018).

Keberatan warga ini juga sudah disuratkan kepada pemerintah. Warga berang karena sebelum surat ditanggapi, upaya relokasi sudah dilakukan.

"Sekarang sampean lihat, trotoar sudah dikavling. Kemarin juga sudah mengirimkan material untuk pemindahan kesini. Kami nggak mau. Nah, untuk detail ya sampean tanya ke lurah saja karena kami sudah menyurati," ungkapnya.

Pantauan di lokasi, sejumlah banner bertuliskan penolakan tempang dibeberapa titik di timur Stadion Soeprijadi di Kelurahan Kepanjelor, Kota Blitar.

Terpisah, Wakil Wali Kota Blitar Santoso mengatakan aksi protes warga ini disinyalir karena terjadi kesalahan komunikasi antara warga dan pemerintah. Pemkot Blitar memastikan, relokasi pedagang Mastrip hanya bersifat sementara.

"Makanya saya minta pak camat sama pak lurah untuk turun ke bawah untuk mencari miskomunikasinya dimana. Dan yang pasti relokasi di situ (Jln. Dr. Wahidin) hanya bersifat sementara. Relokasi tetap jalan," imbuh Santoso.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.