Minggu, 21 Jun 2026 05:12 WIB

Perwira TNI AL Gadungan ini Jadi Pelatih Baris Berbaris Siswa SMK

Tersangka saat berada di Mapolsek Sukomanunggal
Tersangka saat berada di Mapolsek Sukomanunggal

jatimnow.com - Meski tanpa dilengkapi dengan kartu anggota dan surat perintah, pria yang nyaru sebagai Perwira TNI AL di Surabaya ini berhasil menjadi pelatih Pelajaran Baris Berbaris (PBB) di sebuah sekolah swasta. Dengan berpakaian seragam TNI AL, Sutoyo (44) warga Simo Mulyo Baru Blok 7D No. 22, Surabaya tersebut mengelabui sekolah dan masyarakat sekitarnya.

Sutoyo ditangkap oleh POM Lantamal V dan diserahkan ke Polsek Sukomanunggal pada Kamis (22/11/2018) lalu sekitar pukul 16.30 Wib

"Yang bersangkutan (Sutoyo) ternyata bekerja sebagai kuli bangunan," sebut Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Mulyono, Senin (26/11/2018).

Dalam pemeriksaan juga terungkap jika Sutoyo sudah memakai seragam TNI AL berpangkat Lettu (Letnan Satu) selama setahun. Selain seragam, Sutoyo juga melengkapi dirinya dengan sofgun jenis FN dan senjata tajam. Tapi sehari-hari Sutoyo terlihat nongkrong di warkop depan SMK Pawiyatan, daerah Simo Rukun.

"Dia mendapat uang dengan cara melatih PBB (pelajaran baris berbaris) di SMK (Pawiyatan) itu," terang Mulyono.

Menurut Mulyono, perwira TNI AL gadungan itu mendapat seragam dinas dan pangkat dengan cara membeli di Pasar Turi dengan harga Rp50ribu. Sedangkan softgun itu didapat dari temannya. Sementara senjata tajam yang juga dibawanya setiap saat, adalah miliknya sendiri.

"Sampai saat kami belum menemukan unsur pemerasan yang dilakukan tersangka. Tapi akan terus kami dalami," tegas Mulyono.

Tapi, apapaun alasannya, Sutoyo tetap bersalah. Apalagi dia membawa softgun dan senjata tajam. Atas dasar itulah, penyidik menjerat Sutoyo dengan Undang-undang Darurat RI No. 12 Tahun 1951.

Diberitakan sebelumnnya, pada Rabu (21/11/2018) lalu, Sutoyo yang mengaku berdinas di Kodiklatal (Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL) akhirnya diciduk Polisi Militer Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V (POM Lantamal V), setelah beberapa warga melapor. Saat diamankan, Sutoyo mengaku jika dirinya hanyalah warga sipil.  


Baca Juga: Lewat KKRI 2026, TNI Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme Pelajar Jember

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.