Minggu, 14 Jun 2026 11:20 WIB

Nyaru Kiai, Sholeh Ngaku Bisa Gandakan Uang

  • Penulis :
  • | Rabu, 21 Mar 2018 16:41 WIB
M Sholeh digelandang menuju ruang Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
M Sholeh digelandang menuju ruang Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Baca Juga: Kasus Kriminal Selama 2025 di Trenggalek Didominasi Kekerasan dan KDRT

jatimnow.com - Seorang pria berawakan tambun digelandang menuju ruang Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
 
Pria yang diborgol itu diketahui bernama Moh Sholeh (44), asal Jalan Kiai Muchlas No.46, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kabupaten  Probolinggo, Jawa Timur.
 
Dia ditangkap setelah membawa kabur uang korban senilai Rp 850 Juta.  Sholeh beraksi pada 9 Februari 2018, sekitar 16.20 Wib.
 
Dia beraksi di dalam kamar Hotel Syariah Walisongo Jalan Petukangan No. 26-30 Surabaya, kawasan Wisata Religi Sunan Ampel. Sholeh mengelabuhi seorang pengusaha yang dikenalkan oleh seseorang berinisial AA. 
 
"Tersangka (Sholeh, red) ini berperan sebagai kiai dan mengaku bisa menggandakan uang. Sedangkan DPO (AA, red), berperan mencari korban," sebut Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Tinton Yudha Riambodo, Rabu (21/3/2018). 
 
Tambah AKP Tinton, AA itulah yang mengajak korban ke Surabaya untuk menemui Sholeh. Untuk menyambut kedatangan AA dan korban, Sholeh sudah membooking dua kamar hotel.
 
Satu kamar difungsikan oleh Sholeh untuk tempat ritual. "Jadi, Sholeh inilah yang dikenalkan oleh AA kepada korban. AA mengatakan kepada korban, bahwa Sholeh bisa menggandakan uang," bebernya. 
 
Korban yang sudah percaya dengan AA karena sudah kenal 2 tahun, akhirnya menuruti apa yang diminta Sholeh. Saat itu, korban membawa satu koper berisi uang Rp 61.000 Dollar Amerika atau senilai Rp 850 Juta.
 
Sholeh akhirnya mengajak korban keluar hotel mencari kebutuhan ritual penggandaan uang. Sedangkan uang milik korban, ditinggal di kamar hotel tadi. 
 
"Saat tersangka Sholeh mengajak korban, AA masuk ke kamar hotel dan mencuri uang milik korban tadi. Setelah berhasil, AA langsung kabur. Saat kembali ke hotel, Sholeh berpura-pura tidak tahu, dimana uang korban itu," ulas Tinton. 
 
Darisanalah, korban melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Sedangkan Sholeh, kabur dan berhasil ditangkap di Jember.
 
"Tersangka kami tangkap di Jember. Sedangkan AA masih kami buru. Uang Rp 850 Juta itu dibagi berdua. Tapi dari tangan tersangka Sholeh, uangnya tinggal sedikit," tutup Alumnus AKPOL (Akademi Kepolisian) Tahun 2006 ini.
 
Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.