Rabu, 17 Jun 2026 21:22 WIB

Polemik Uang Pembinaan Pesilat, Kadisporabudpar: IPSI Tangggungjawab

Para pesilat saat mendatangi Kantor Disporaparbud Kabupaten Probolinggo kemarin.
Para pesilat saat mendatangi Kantor Disporaparbud Kabupaten Probolinggo kemarin.

jatimnow.com - Persoalan uang pembinaan atlet berprestasi untuk silat dalam ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Kabupaten Probolinggo menuai polemik.

Namun dengan adanya protes dari para pesilat pada Kamis (22/11/2018) kemarin, mendapatkan respon dari Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Sidik Wijanarko.

Ia menyatakan, masalah tidak diberikannya uang pembinaan kepada atlet pesilat dalam ajang Porkab bukan tanpa alasan.

Sebab uang yang seharusnya dikeluarkan dalam ajang tersebut berkaitan dengan pembinaan atlet sudah lebih awal ditarik oleh Cabor Ikatan Pencak Silat Indonesia  (IPSI) Kabupaten Probolinggo, untuk kegiatan internalnya dalam pelaksanaan Festival Pencak Silat Tradisional pada Februari lalu.

"Secara otomatis anggaran untuk pembinaan atlet dalam Porkab tidak bisa mendapatkan uang pembinaan untuk atletnya," katanya, Jum'at (23/11/2018).

Sidik menilai, tidak diberikannya uang pembinaan kepada atlet berprestasi, pihaknya bukan tutup mata. Namun karena anggaran sudah diambil duluan oleh pihak IPSI, itu menjadi persoalan tersendiri.

"Jadi cabor IPSI harus bisa bertanggung jawab kepada atletnya tentang uang pembinaan itu. Atlet harus dapat uang itu," tegasnya.

Sementara itu Ketua Komite Olahraga Naisonal Indonesia (KONI ) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Nurfindarko mengaku tidak tahu soal pembinaan atlet berprestasi silat yang belum diterimanya.

"Saya nggak begitu paham mas, biar nanti saya akan koordinasi dengan pihak Disporaparbud dan cabor IPSI," katanya.

Bahkan dia juga menegaskan, kalau masalah atlet berprestasi memang benar-benar harus mendapatkan uang pembinaan.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

"Jadi uang pembinaan merupakan bentuk apresiasi kepada para atlet agar dia bisa mengembangkan skill olahraga yang dimilikinya," ujarnya.

Sebelumnya, 21 perwakilan pesilat dari berbagai perguruan meluruk kantor Disporaparbud untuk menanyakan soal uang pembinaan yang tidak diterima oleh para atlet silat dalam ajang Porkab.

"Saya datang ke sini untuk menanyakan uang pembinaan yang tidak diterima atlet berprestasi dalam ajang Porkab," kata Ketua Pengkab Cabor IPSI Kabupaten Probolinggo, Achmad Ansori saat ditemui di Kantor Disporaparbud kemarin.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.